Mau Masuk Arab Saudi, Jamaah Umrah Indonesia Masih Harus Dapat Vaksin Booster
Rabu, 04 Agustus 2021 - 08:09 WIB
loading...
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mengatakan, karena Indonesia mayoritas mendapat vaksin Sinovac, dia meminta pemerintah memberi jamaah umrah vaksin booster. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia ( AMPHURI ), Bungsu Sumawijaya mengatakan, karena Indonesia mayoritas mendapat vaksin Sinovac, dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian terkait memberi jamaah umrah vaksin booster .
"Jadi kita kan umumnya Sinovac, pemerintah Arab Saudi memberi kebijaksanaan harus ada booster nya dari 4 itu karena kita dari asosiasi sudah berkoordinasi ke Kemenag meminta untuk jemaah umroh dibantu untuk vaksin ketiga," katanya dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta.
Baca Juga: Arab Saudi Mulai Musim Umrah 9 Agustus, Hanya Akui 4 Jenis Vaksin bagi Jamaah
Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi sepakat membuka penyelenggaraan umrah pada 1 muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021, namun jamaah yang ingin ibadah harus sudah divaksin dengan jenis yang sesuai ketentuan. Vaksin yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi di antaranya AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Johnson&Johnson.
Sedangkan orang-orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm -semuanya buatan China- perlu menerima dosis suntikan booster sebagai prasyarat memasuki wilayah Saudi.
"Jadi kita kan umumnya Sinovac, pemerintah Arab Saudi memberi kebijaksanaan harus ada booster nya dari 4 itu karena kita dari asosiasi sudah berkoordinasi ke Kemenag meminta untuk jemaah umroh dibantu untuk vaksin ketiga," katanya dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta.
Baca Juga: Arab Saudi Mulai Musim Umrah 9 Agustus, Hanya Akui 4 Jenis Vaksin bagi Jamaah
Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi sepakat membuka penyelenggaraan umrah pada 1 muharram 1443 H atau 10 Agustus 2021, namun jamaah yang ingin ibadah harus sudah divaksin dengan jenis yang sesuai ketentuan. Vaksin yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi di antaranya AstraZeneca, Moderna, Pfizer dan Johnson&Johnson.
Sedangkan orang-orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm -semuanya buatan China- perlu menerima dosis suntikan booster sebagai prasyarat memasuki wilayah Saudi.
Lihat Juga :