Sandi Uno Garap Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Wisata Berkualitas
Rabu, 04 Agustus 2021 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Sandiaga menjelaskan salah satu strategi untuk menjadikan destinasi wisata yang berkualitas di Kepulauan Seribu yakni dengan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). Strategi pengembangan ekraf, menurut Sandiaga bisa dengan memperkuat ekosistem bisnis dan investasi, memperkuat ekosistem penumbuhkembangan usaha baru, hingga memperkuat pasar produk sektor ekraf.
"Nanti kita kerja sama dengan ADKI (Asosiasi Desa Kreatif Indonesia), kita membuat pasar produk sektor ekraf. Kalau di Kepulauan Seribu sendiri banyak sekali produk ekraf, terutama hasil laut. Nah pendekatan yang bisa dilakukan dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ayo kita sama-sama saling mendukung," ujarnya.
Lebih lanjut, Sandiaga juga menjelaskan bahwa pengembangan wisata khususnya desa wisata di Kepulauan Seribu juga diperlukan pendekatan atraksi, kolaborasi, aksesibilitas, pemanfaatan dana desa, amenitas, dan digitalisasi.
"Saya sudah bolak-balik ke Pulau Tidung, Kelapa, dan Sebira. Ini luar biasa potensinya. Jadi kita tinggal kolaborasi, ada dana desa, dana kelurahan, jadi kita dorong pakai digitalisasi. Selain itu, di desa wisata ini kita fokuskan untuk coaching, supervisi, ada mentoring juga, dan evaluasi. Jadi semua tugasnya saling mengevaluasi agar SDM juga bisa maju dan berkembang. Nah kuncinya entrepreneurship, wirausaha, kita ingin hadirkan SDM mandiri melalui wirausaha," jelas Sandiaga.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan upaya percepatan pengembangan Kepulauan Seribu dan percepatan pengembangan Kepulauan Seribu salah satunya berupa pengembangan zona pemanfaatan Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) wilayah laut dangkal, dan standardisasi pembangunan yang dipersyaratkan.
"Nanti kita kerja sama dengan ADKI (Asosiasi Desa Kreatif Indonesia), kita membuat pasar produk sektor ekraf. Kalau di Kepulauan Seribu sendiri banyak sekali produk ekraf, terutama hasil laut. Nah pendekatan yang bisa dilakukan dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ayo kita sama-sama saling mendukung," ujarnya.
Lebih lanjut, Sandiaga juga menjelaskan bahwa pengembangan wisata khususnya desa wisata di Kepulauan Seribu juga diperlukan pendekatan atraksi, kolaborasi, aksesibilitas, pemanfaatan dana desa, amenitas, dan digitalisasi.
"Saya sudah bolak-balik ke Pulau Tidung, Kelapa, dan Sebira. Ini luar biasa potensinya. Jadi kita tinggal kolaborasi, ada dana desa, dana kelurahan, jadi kita dorong pakai digitalisasi. Selain itu, di desa wisata ini kita fokuskan untuk coaching, supervisi, ada mentoring juga, dan evaluasi. Jadi semua tugasnya saling mengevaluasi agar SDM juga bisa maju dan berkembang. Nah kuncinya entrepreneurship, wirausaha, kita ingin hadirkan SDM mandiri melalui wirausaha," jelas Sandiaga.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan upaya percepatan pengembangan Kepulauan Seribu dan percepatan pengembangan Kepulauan Seribu salah satunya berupa pengembangan zona pemanfaatan Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) wilayah laut dangkal, dan standardisasi pembangunan yang dipersyaratkan.
Lihat Juga :