Mencoba Patuh Meski Pendapatan Tidak Utuh, Begini Cara Bioskop Bertahan saat Pandemi
Rabu, 04 Agustus 2021 - 17:24 WIB
loading...
Sejak pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat pada dua tahun belakangan, usaha Bioskop di seluruh Indonesia mengalami kerugian hingga triliunan rupiah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya untuk mengantisipasi dan menekan dampak negatif pandemi , baik dari aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial. Untuk membantu ekonomi dan daya beli pekerja/buruh di masa pandemi, terlebih dikarenakan, adanya penurunan aktivitas masyarakat akibat pemberlakuan PPKM, pemerintah kembali menetapkan untuk memberikan BLT Subsidi Gaji, lalu bagaimana dengan industri hiburan seperti bioskop ?
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia , Djonny Syarifudin, sejak pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat pada dua tahun belakangan, usaha Bioskop di seluruh Indonesia mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.
"Semua pasti punya dampak, seluruh bioskop di Indonesia ditutup, kalau sudah gitu ya rugi. Dua tahun ini (kerugian) sudah triliunan," ujarnya kepada MNC Portal.
Djonny menjelaskan, bahwa satu gerai bioskop kerugiannya bisa mencapai 150 juta selama PPKM darurat ini. "Bayangin Cinema 21 saja ada 280, CVG 60, Cinepolis 60, dan sisanya independen belum lagi," tambahnya.
Penutupan bioskop secara keseluruhan membuat para pemilik bioskop kewalahan menutupi pengeluaran bulanan, seperti bayar listrik, perawatan gedung bioskop, alat penunjang, hingga membayar upah karyawan.
Hingga saat ini, Djonny mengaku dengan berat hati untuk merumahkan sementara para karyawan bioskopnya. Menurutnya tidak ada jalan lain, disamping tidak diberikannya kelonggaran dan jalan tengah pada pengusaha bioskop menjalankan bisnis usahanya.
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia , Djonny Syarifudin, sejak pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat pada dua tahun belakangan, usaha Bioskop di seluruh Indonesia mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.
"Semua pasti punya dampak, seluruh bioskop di Indonesia ditutup, kalau sudah gitu ya rugi. Dua tahun ini (kerugian) sudah triliunan," ujarnya kepada MNC Portal.
Djonny menjelaskan, bahwa satu gerai bioskop kerugiannya bisa mencapai 150 juta selama PPKM darurat ini. "Bayangin Cinema 21 saja ada 280, CVG 60, Cinepolis 60, dan sisanya independen belum lagi," tambahnya.
Penutupan bioskop secara keseluruhan membuat para pemilik bioskop kewalahan menutupi pengeluaran bulanan, seperti bayar listrik, perawatan gedung bioskop, alat penunjang, hingga membayar upah karyawan.
Hingga saat ini, Djonny mengaku dengan berat hati untuk merumahkan sementara para karyawan bioskopnya. Menurutnya tidak ada jalan lain, disamping tidak diberikannya kelonggaran dan jalan tengah pada pengusaha bioskop menjalankan bisnis usahanya.
Lihat Juga :