Ekonomi Meroket di Kuartal II, Belum Tentu di Kuartal Selanjutnya
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 14:55 WIB
loading...
Pertumbuhan ekonomi di kuartal-kuartal mendatang dipastikan masih akan terdampak oleh pengendalian pandemi saat ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2021 melesat 7,07% secara tahunan (year on year/YoY), tertinggi sejak 2004. Namun, sukses ini dinilai belum tentu dapat berlanjut di kuartal III dan IV tahun ini.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 yang naik 7,07% tersebut adalah catatan perekonomian pada bulan April hingga Juni. Pada bulan-bulan tersebut, kata dia, pemulihan ekonomi Indonesia memang sudah tepat di jalurnya (on the track).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2021 Menembus Zona Ekspansif
"Pertumbuhan 7,07% itu adalah catatan untuk perekonomian kita pada bulan April, Mei, dan Juni. Di mana, ketika itu pemulihan ekonomi kita on the track seiring pandemi yang terkendali," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Jumat (6/8/2021).
Namun, lanjut dia, realita yang sedang dihadapi saat ini adalah adanya gelombang kedua dari pandemi dan diiringi dengan diterapkannya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Menurutnya, kondisi tersebut tentu berdampak pada geliat perekonomian.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 yang naik 7,07% tersebut adalah catatan perekonomian pada bulan April hingga Juni. Pada bulan-bulan tersebut, kata dia, pemulihan ekonomi Indonesia memang sudah tepat di jalurnya (on the track).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2021 Menembus Zona Ekspansif
"Pertumbuhan 7,07% itu adalah catatan untuk perekonomian kita pada bulan April, Mei, dan Juni. Di mana, ketika itu pemulihan ekonomi kita on the track seiring pandemi yang terkendali," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Jumat (6/8/2021).
Namun, lanjut dia, realita yang sedang dihadapi saat ini adalah adanya gelombang kedua dari pandemi dan diiringi dengan diterapkannya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Menurutnya, kondisi tersebut tentu berdampak pada geliat perekonomian.
Lihat Juga :