PLN Bangun Anjungan Listrik di Ternate, Hemat Operasional Pengusaha Kelautan hingga 50%
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 15:00 WIB
loading...
Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) pertama PLN di Maluku dan Maluku Utara. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) pertama di Maluku dan Maluku Utara guna mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui program Electrifying Marine. Anjungan listrik senilai Rp165 juta ini berada di terletak di Pelabuhan Fery Bastiong, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Saat ini pembangunan anjungan tersebut telah rampung dan siap digunakan para pelaku usaha di bidang perikanan dan kelautan.
Baca Juga: PLN Tegaskan Dukung Pembentukan Holding Geothermal Indonesia
"Kami harap kehadiran ALMA ini bisa menunjang kegiatan ekonomi khususnya di sektor perikanan dan kelautan, terutama untuk aktivitas di pelabuhan maupun dermaga," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara, Sabtu (7/8/2021).
Dengan memanfaatkan ALMA, lanjut Adams, para pelaku usaha perikanan dan kelautan khususnya pemilik kapal/fery dapat melakukan penghematan biaya operasional hingga 50% daripada menggunakan mesin genset berbahan bakar solar yang memakan biaya sekitar Rp643.200 per hari. "Selain itu, tentu ini juga mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan," imbuhnya.
Saat ini pembangunan anjungan tersebut telah rampung dan siap digunakan para pelaku usaha di bidang perikanan dan kelautan.
Baca Juga: PLN Tegaskan Dukung Pembentukan Holding Geothermal Indonesia
"Kami harap kehadiran ALMA ini bisa menunjang kegiatan ekonomi khususnya di sektor perikanan dan kelautan, terutama untuk aktivitas di pelabuhan maupun dermaga," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara, Sabtu (7/8/2021).
Dengan memanfaatkan ALMA, lanjut Adams, para pelaku usaha perikanan dan kelautan khususnya pemilik kapal/fery dapat melakukan penghematan biaya operasional hingga 50% daripada menggunakan mesin genset berbahan bakar solar yang memakan biaya sekitar Rp643.200 per hari. "Selain itu, tentu ini juga mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan," imbuhnya.
Lihat Juga :