Menata Transportasi Multimoda Dalam Mewujudkan Visi Logistik Indonesia 2025
Rabu, 11 Agustus 2021 - 00:42 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakannya, BLE akan dijadikan percontohan untuk pelabuhan besar lainnya. Dengan sistem seperti ini tidak ada lagi pungutan liar dan sistem bisnis yang menyulitkan.
"Sistem BLE ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik nasional. Penurunan biaya logistik nasional ditargetkan turun dari 23,5 persen menjadi sekitar 17 persen pada 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres No 18 Tahun 2020 yang sesuai dengan RPJMN 2020-2024 agar dipercepat capaiannya. Demikian juga dengan Inpres No 5 2020 tentang Ekosistem Logistik Nasional yang dapat diselesaikan sebelum 2024," beber Ayodhia.
Sedangkan VP Terminal PT Kereta Api Logistik, Didik Harijanto menjelaskan, value chain kereta api dalam kegiatan transportasi multimoda. Dikatakannya, KAI Logistik memiliki integrated pricing strategy yang menghubungkan antar first/last mile service.
"Hal itu menghubungkan produsen di hulu yang ada dengan integrasi moda yang ada di hilir," jelas Didik.
Baca Juga: Bos Pelindo II Buka-bukaan Soal Kenapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal
Ketua Indonesian Multimodal Transport Association (IMTA) Siti Ariyanti mengharapkan, dengan adanya aturan yang dibuat pemerintah, akan memudahkan jasa logistik.
"Kegiatan multimoda transport dari dulu sudah dilakukan dalam proses pengiriman barang dari satu poin ke poin yang dituju. Diharapkan dengan berbagai aturan yang dibuat pemerintah tentang multimoda diharapkan bisa lebih memudahkan dan menguntungkan semua pihak dan bisa menekan biaya logistik di Indonesia," terangnya.
Diakuinya, saat pandemi Covid-19 saat ini, biaya logistik makin amat sangat mahal. "Dan menyikapi pandemi, kami hanya berharap kita hilangkan semua perbedaan,mari bersatu melawan Covid-19 tingkatkan imun dan iman kita, tetap semangat, jaga kesehatan," harap Siti Ariyanti.
"Sistem BLE ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik nasional. Penurunan biaya logistik nasional ditargetkan turun dari 23,5 persen menjadi sekitar 17 persen pada 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres No 18 Tahun 2020 yang sesuai dengan RPJMN 2020-2024 agar dipercepat capaiannya. Demikian juga dengan Inpres No 5 2020 tentang Ekosistem Logistik Nasional yang dapat diselesaikan sebelum 2024," beber Ayodhia.
Sedangkan VP Terminal PT Kereta Api Logistik, Didik Harijanto menjelaskan, value chain kereta api dalam kegiatan transportasi multimoda. Dikatakannya, KAI Logistik memiliki integrated pricing strategy yang menghubungkan antar first/last mile service.
"Hal itu menghubungkan produsen di hulu yang ada dengan integrasi moda yang ada di hilir," jelas Didik.
Baca Juga: Bos Pelindo II Buka-bukaan Soal Kenapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal
Ketua Indonesian Multimodal Transport Association (IMTA) Siti Ariyanti mengharapkan, dengan adanya aturan yang dibuat pemerintah, akan memudahkan jasa logistik.
"Kegiatan multimoda transport dari dulu sudah dilakukan dalam proses pengiriman barang dari satu poin ke poin yang dituju. Diharapkan dengan berbagai aturan yang dibuat pemerintah tentang multimoda diharapkan bisa lebih memudahkan dan menguntungkan semua pihak dan bisa menekan biaya logistik di Indonesia," terangnya.
Diakuinya, saat pandemi Covid-19 saat ini, biaya logistik makin amat sangat mahal. "Dan menyikapi pandemi, kami hanya berharap kita hilangkan semua perbedaan,mari bersatu melawan Covid-19 tingkatkan imun dan iman kita, tetap semangat, jaga kesehatan," harap Siti Ariyanti.
(akr)
Lihat Juga :