OSS Berbasis Risiko Hadir, Bahlil: Tidak Perlu Lagi Ketemu Menteri atau Kepala Daerah
Rabu, 11 Agustus 2021 - 06:56 WIB
loading...
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, perizinan berusaha menggunakan sistem online single submission (OSS) Berbasis Risiko tidak perlu biaya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, perizinan berusaha menggunakan sistem online single submission (OSS) Berbasis Risiko sesuai dengan intisari dari Undang-undang Cipta Kerja yaitu kemudahan berusaha. Prinsip perizinan berusaha menjadi pasti, mudah, efisien, dan transparan.
“Jadi tidak ada alasan lagi untuk adik-adik kita yang menjalankan UMK (Usaha Mikro Kecil) itu mengatakan kalau izin perlu biaya. Itu tidak ada lagi. Tidak perlu ketemu Menteri, Kepala Daerah , cukup lewat OSS, dia akan mendapatkan izin. Karena itu termasuk skala rendah,” jelas Bahlil di Jakarta.
Baca Juga: Sistem OSS Berbasis Risiko Diluncurkan Jokowi, Bikin NIB Tidak Sampai 10 Menit
Lebih lanjut Ia juga menjelaskan, bahwa dalam implementasi sistem OSS Berbasis Risiko ini masih akan terus dilengkapi dan dikembangkan. Kementerian Investasi/BKPM dengan pihak pengembang telah menyusun rencana sistematis untuk membuat sistem yang nyaman dan mudah digunakan.
“Setelah kami tes insyaAllah keberhasilan sistem ini sudah 83%, sementara 17% masih dilakukan penyesuaian,” ujar Bahlil menutup laporannya.
“Jadi tidak ada alasan lagi untuk adik-adik kita yang menjalankan UMK (Usaha Mikro Kecil) itu mengatakan kalau izin perlu biaya. Itu tidak ada lagi. Tidak perlu ketemu Menteri, Kepala Daerah , cukup lewat OSS, dia akan mendapatkan izin. Karena itu termasuk skala rendah,” jelas Bahlil di Jakarta.
Baca Juga: Sistem OSS Berbasis Risiko Diluncurkan Jokowi, Bikin NIB Tidak Sampai 10 Menit
Lebih lanjut Ia juga menjelaskan, bahwa dalam implementasi sistem OSS Berbasis Risiko ini masih akan terus dilengkapi dan dikembangkan. Kementerian Investasi/BKPM dengan pihak pengembang telah menyusun rencana sistematis untuk membuat sistem yang nyaman dan mudah digunakan.
“Setelah kami tes insyaAllah keberhasilan sistem ini sudah 83%, sementara 17% masih dilakukan penyesuaian,” ujar Bahlil menutup laporannya.
Lihat Juga :