AIIB Kasih Pinjaman Rp2,1 Triliun ke Indonesia Buat Bangun Satelit Multifungsi
Kamis, 12 Agustus 2021 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara AIIB Senior Investment Officer Chris Box menyebut bahwa pendanaan proyek ini memberikan AIIB pengalaman yang kuat untuk terlibat dalam proyek satelit lainnya di masa depan. Menurutnya proyek ini penting bagi para penerima manfaat termasuk pemerintah dan end-user, karena pada skala ini akan sangat rumit dan memakan biaya yang besar jika harus sepenuhnya bergantung pada pembiayaan sektor swasta.
“Karena ini merupakan proyek yang akan digunakan Pemerintah, dari perspektif risiko, pendanaan terbaik adalah melalui skema PPP,” terang Chris Box.
Untuk diketahui, proyek satelit ini dilakukan dalam bentuk kemitraan inovatif antara sektor publik dan swasta (public private partnership) antara Pemerintah Indonesia dengan sektor swasta. Adapun nilai capital expenditure proyek ini sebesar 545 juta Dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp7,68 triliun, seperti yang tertulis dalam situs resmi Kominfo.
Proyek tersebut terdiri dari porsi ekuitas sebesar 114 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,61 triliun, dan porsi pinjaman sebesar USD 431 juta atau setara dengan Rp6,07 triliun di mana AIIB adalah salah satu mitra pendukungnya. Pada Februari 2021, Kominfo mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang dalam proses pengadaan Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (SATRIA-1).
“Satelit Multifungsi SATRIA-1 yang dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah memasuki tahap pemenuhan pembiayaan proyek,” kata Menteri Johnny dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2/2021).
“Karena ini merupakan proyek yang akan digunakan Pemerintah, dari perspektif risiko, pendanaan terbaik adalah melalui skema PPP,” terang Chris Box.
Untuk diketahui, proyek satelit ini dilakukan dalam bentuk kemitraan inovatif antara sektor publik dan swasta (public private partnership) antara Pemerintah Indonesia dengan sektor swasta. Adapun nilai capital expenditure proyek ini sebesar 545 juta Dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp7,68 triliun, seperti yang tertulis dalam situs resmi Kominfo.
Proyek tersebut terdiri dari porsi ekuitas sebesar 114 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,61 triliun, dan porsi pinjaman sebesar USD 431 juta atau setara dengan Rp6,07 triliun di mana AIIB adalah salah satu mitra pendukungnya. Pada Februari 2021, Kominfo mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang dalam proses pengadaan Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (SATRIA-1).
“Satelit Multifungsi SATRIA-1 yang dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah memasuki tahap pemenuhan pembiayaan proyek,” kata Menteri Johnny dalam Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2/2021).
Lihat Juga :