Mengenal Kunci Jadi Pengusaha Sukses: Jaga Integritas, Kepercayaan dan Jaringan
Senin, 16 Agustus 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Saat di Singapura, Merry berjanji bahwa sebelum merayakan ulang tahun ke-30 ia harus memiliki kebebasan finansial dan dapat membahagiakan orangtuanya. Ia ingin kembali ke Indonesia sebagai orang sukses.
“Mimpi-mimpi itu memberi saya harapan dan membuat saya punya kekuatan untuk melangkah menghadapi hidup,” paparnya.
Merry menjelaskan bahwa banyak dari masyarakat memiliki pola pikir keliru terkait dengan sebuah kesuksesan sehingga muncul pandangan bahwa musuh terbesar kesukesan adalah kegagalan. “Musuh terbesar kesuksesan bukanlah kegagalan, tetapi ketakutan yang membuat kita tidak dapat melangkah maju dan mencoba hal baru,” ungkap Merry.
Di balik keberhasilannya, Merry berbagi dua rahasia kehidupan. Pertama, kita harus punya kerendahan hati untuk berposes. Kedua, keep doing and keep learning, tetap lakukan pekerjaan kita dan terus berusaha dari situ.
“Kalau sebelum pandemi, Anda punya kerjaan enak, dalam posisi tinggi, lalu saat ini turun sedikit, it’s ok. Nikmati saja, meski saat ini mungkin pendapatan hanya setengah dengan pekerjaan dua kali lipat dari sebelumnya,” jelas Merry.
Baca Juga: Sempat Menganggur, 35 Persen Peserta Kartu Prakerja Telah Bekerja-Berwirausaha
Di akhir pesannya, Merry menegaskan bahwa pada situasi seperti saat ini, penting untuk memiliki dua kepercayaan, yakni ‘Percaya Diri’ dan ‘Percaya Dia’.
“Percaya bahwa kita semua punya kesempatan untuk berhasil. Jangan banyak alasan untuk melangkah. Selain ‘Percaya Diri’, juga penting ‘Percaya Dia’. Ingatlah, bahwa kita masih punya lantai untuk bersujud dan berdoa. Tugas kita hanya bergerak, percaya nanti Tuhan akan buka jalan,” kata Merry.
Inspirasi lain juga disampaikan Salman Subakat yang menekankan bahwa untuk menjadi besar kita harus berkolaborasi, perbanyak komunikasi, serta memiliki pikiran terbuka.
“Zaman sekarang kita sudah tak bisa bikin usaha sendiri. Dengan saling melengkapi berdasar semangat silaturahmi dan gotong royong, saling melengkapi bakat dan keterampilan, mimpinya akan jadi besar. Jangan lupa jaga reputasi,” katanya.
Salman mengungkapkan bahwa usahanya dalam membangun Paragon Innovation and Technology tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya upaya membangun bisnisnya tersebut terkendala oleh berbagai rintangan.
Kebakaran dan krisis moneter pada pertengahan tahun 90-an, pernah mewarnai jatuh-bangunnya Salman dalam berbisnis. Namun, hal terpenting yang dapat dipelajari adalah akan ada orang yang mau membantu apabila kita dapat memilihara kepercayaan dan hubungan baik.
“Bagi Sobat Prakerja, apabila sedang jatuh, maka kita harus segera bangkit lagi, dan jangan sekalipun batasi mimpi kita serta senanglah mengejar mimpi,” pungkas Salman.
“Mimpi-mimpi itu memberi saya harapan dan membuat saya punya kekuatan untuk melangkah menghadapi hidup,” paparnya.
Merry menjelaskan bahwa banyak dari masyarakat memiliki pola pikir keliru terkait dengan sebuah kesuksesan sehingga muncul pandangan bahwa musuh terbesar kesukesan adalah kegagalan. “Musuh terbesar kesuksesan bukanlah kegagalan, tetapi ketakutan yang membuat kita tidak dapat melangkah maju dan mencoba hal baru,” ungkap Merry.
Di balik keberhasilannya, Merry berbagi dua rahasia kehidupan. Pertama, kita harus punya kerendahan hati untuk berposes. Kedua, keep doing and keep learning, tetap lakukan pekerjaan kita dan terus berusaha dari situ.
“Kalau sebelum pandemi, Anda punya kerjaan enak, dalam posisi tinggi, lalu saat ini turun sedikit, it’s ok. Nikmati saja, meski saat ini mungkin pendapatan hanya setengah dengan pekerjaan dua kali lipat dari sebelumnya,” jelas Merry.
Baca Juga: Sempat Menganggur, 35 Persen Peserta Kartu Prakerja Telah Bekerja-Berwirausaha
Di akhir pesannya, Merry menegaskan bahwa pada situasi seperti saat ini, penting untuk memiliki dua kepercayaan, yakni ‘Percaya Diri’ dan ‘Percaya Dia’.
“Percaya bahwa kita semua punya kesempatan untuk berhasil. Jangan banyak alasan untuk melangkah. Selain ‘Percaya Diri’, juga penting ‘Percaya Dia’. Ingatlah, bahwa kita masih punya lantai untuk bersujud dan berdoa. Tugas kita hanya bergerak, percaya nanti Tuhan akan buka jalan,” kata Merry.
Inspirasi lain juga disampaikan Salman Subakat yang menekankan bahwa untuk menjadi besar kita harus berkolaborasi, perbanyak komunikasi, serta memiliki pikiran terbuka.
“Zaman sekarang kita sudah tak bisa bikin usaha sendiri. Dengan saling melengkapi berdasar semangat silaturahmi dan gotong royong, saling melengkapi bakat dan keterampilan, mimpinya akan jadi besar. Jangan lupa jaga reputasi,” katanya.
Salman mengungkapkan bahwa usahanya dalam membangun Paragon Innovation and Technology tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya upaya membangun bisnisnya tersebut terkendala oleh berbagai rintangan.
Kebakaran dan krisis moneter pada pertengahan tahun 90-an, pernah mewarnai jatuh-bangunnya Salman dalam berbisnis. Namun, hal terpenting yang dapat dipelajari adalah akan ada orang yang mau membantu apabila kita dapat memilihara kepercayaan dan hubungan baik.
“Bagi Sobat Prakerja, apabila sedang jatuh, maka kita harus segera bangkit lagi, dan jangan sekalipun batasi mimpi kita serta senanglah mengejar mimpi,” pungkas Salman.
(akr)
Lihat Juga :