Pacu Digitalisasi Industri Tambang, MIND ID Rekrut Generasi Muda
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 13:45 WIB
loading...
Ilustrasi Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - BUMN Holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID membuka kesempatan bagi anak muda untuk berkiprah dan berkontribusi membangun industri pertambangan di Indonesia.
Direktur Layanan Strategis MIND ID, Ogi Prastomiyono menilai, anak muda identik dengan pekerjaan berbasis teknologi, startup, bankir, hingga telekomunikasi.
Hal itu sejalan dengan industri pertambangan yang diarahkan pada kerangka digitalisasi. Menurut dia, saat ini pertambangan sudah jauh berbeda, majunya teknologi dan persaingan global menuntut perusahaan lebih terampil dalam membuat nilai tambah.
Baca juga: Jangan Ada Dikotomi Bank Umum dan Bank Digital, Ekonom Kasih Catatan Ini
"Dunia pertambangan hari ini sangat berbeda dengan 10-20 tahun silam. Sekarang bekerja di dunia pertambangan bukan hanya sekedar menggali namun juga banyak tantangan transformasi digital dan bisnis yang lebih menarik," ujarnya, Jumat (20/8/2021).
Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi digital. Hilirisasi dan transformasi teknologi bisa memberikan nilai tambah bagi negara.
Merujuk PDB, angka kontribusi hasil galian tambang hanya berkisar 7-8 persen saja. Padahal, Indonesia bisa melakukan prosesing minimal barang setengah jadi atau sampai pada pengguna akhir, maka nilainya bisa naik 4-5 kali lipat.
Direktur Layanan Strategis MIND ID, Ogi Prastomiyono menilai, anak muda identik dengan pekerjaan berbasis teknologi, startup, bankir, hingga telekomunikasi.
Hal itu sejalan dengan industri pertambangan yang diarahkan pada kerangka digitalisasi. Menurut dia, saat ini pertambangan sudah jauh berbeda, majunya teknologi dan persaingan global menuntut perusahaan lebih terampil dalam membuat nilai tambah.
Baca juga: Jangan Ada Dikotomi Bank Umum dan Bank Digital, Ekonom Kasih Catatan Ini
"Dunia pertambangan hari ini sangat berbeda dengan 10-20 tahun silam. Sekarang bekerja di dunia pertambangan bukan hanya sekedar menggali namun juga banyak tantangan transformasi digital dan bisnis yang lebih menarik," ujarnya, Jumat (20/8/2021).
Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi digital. Hilirisasi dan transformasi teknologi bisa memberikan nilai tambah bagi negara.
Merujuk PDB, angka kontribusi hasil galian tambang hanya berkisar 7-8 persen saja. Padahal, Indonesia bisa melakukan prosesing minimal barang setengah jadi atau sampai pada pengguna akhir, maka nilainya bisa naik 4-5 kali lipat.
Lihat Juga :