Terpilih Jadi PM Malaysia, Ismail Sabri Harapan Baru Bagi Investor

Minggu, 22 Agustus 2021 - 14:00 WIB
loading...
Terpilih Jadi PM Malaysia,...
Ismail Sabri Yaakob ditunjuk sebagai PM Malaysia baru. FOTO/REUTERS
A A A
KUALA LUMPUR - Pengangkatan Datuk Sri Ismail Sabri Yaakob sebagai Perdana Menteri ke-9 Malaysia menghadirkan harapan baru bagi perekonomian Negeri Jiran. Ismail yang menggantikan Muhyiddin Yassin akan mulai bekerja untuk memastikan pemulihan ekonomi dalam negeri dan menjaga dan kepercayaan investor.

Sejumlah ekonom menilai terpilihnya PM baru ini dapat menjadi momentum meningkatnya kepercayaan investor asing. Profesor Putra Business School Malaysia Dr Abu Sofian Yacoob mengharapkan PM baru dapat meneruskan kebijakan yang sudah ada dan tidak perlu membuat hal-hal baru.

"Skenario politik akan jauh lebih tenang dalam waktu ke depan. Inilah saatnya para politisi bekerjasama mengentaskan masalah sosial ekonomi mengingat beberapa hari lagi kita akan merayakan hari kemerdekaan," katanya, dilansir Bernama, Sabtu (21/8/2021).

Baca Juga: Ismail Sabri Yaakob Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia

Abu memandang ada optimisme dari sektor bisnis bulan depan ketika tingkat vaksinasi sudah merata. "Ini pada akhirnya akan memulihkan ekonomi kita dan pada saat yang sama dapat memperoleh lebih banyak kepercayaan investor asing. Karena semakin banyak sektor ekonomi yang dibuka, maka orang bisa mendapatkan pekerjaan dan dengan demikian mengurangi masalah sosial," imbuhnya.

Sementara Dr Ahmed Razman Abdul Latif berpendapat apakah penunjukan Ismail Sabri sebagai PM akan berdampak pada kepercayaan investor akan tergantung dari langkah yang dibuat selanjutnya.

"Terutama fokus pada penunjukkan anggota Kabinet Malaysia yang baru, serta arah yang akan diambilnya saat mempersiapkan rancangan anggran. Ini sangat penting membentuk kepercayaan investor, terutama dari mancanegara," katanya.

Sementara ekonom senior Juwai IQI Shan Saeed mengharapkan Ismail dapat terus mengakomodir saran dan keterlibatan para pemangku kepentingan di tingkat lokal dan internasional untuk memulihkan kepercayaan dan mendapatkan momentum. Shan meyakini terpilihnya Ismail sejalan dengan ekspektasi pasar dan berharap strategi PM baru dapat memulihkan stabilitas ekonomi negara dan masyrakat.

"Kita berharap ada rangsangan atau stimulus ekonomi di tingkat makro untuk memulihkan kondisi. Para pelaku pasar menaruh harapan besar di pundak perdana menteri baru. Kami mendoakan yang terbaik di tugas barunya," tutur Shan.

Komentar juga datang dari dosen senior Departemen Ilmu Administrasi dan Politik, Fakultas Ekonomi Universitas Malaya Dr Mohammad Tawfik. Dirinya berharap investor dapat terus memahami kondisi politik dalam negeri mengingat ketidakstabilan negara dapat semakin menyebabkan kerugian mengingat pandemi Covid-19 masih merajalela.

"Saya yakin beliau akan fokus secara khusus terhadap pemulihan ekonomi dengan memperbaiki kebijakan yang ada karena sektor ekonomi merupakan mata rantai penting bagi seluruh kehidupan masyarakat," terangnya.

Baca Juga: Taliban: China Bisa Berperan Penting Bangun Kembali Afghanistan

Seperti diketahui Ismail Sabri, yang juga wakil presiden partai United Malays National Organisation (UMNO), telah ditunjuk sebagai Perdana Menteri setelah mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen dengan persetujuan Raja Malaysia Sultan Abdullah.

Pria berusia 61 tahun ini dipilih menyusul pengunduran diri Tan Sri Muhyiddin Yassin pada 16 Agustus lalu setelah dinilai gagal mendapatkan dukungan mayoritas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
60 Persen Investasi...
60 Persen Investasi di Indonesia Datangkan Cuan, Airlangga Ungkap Pembeda dengan Negara Lain
Kapal Tanker Malaysia...
Kapal Tanker Malaysia yang Lewat Selat Hormuz Tiba, Boyong Minyak 1 Juta Barel
Melonjak 16,63% Didorong...
Melonjak 16,63% Didorong Aksi Borong Asing, Saham REAL Bangkit dari Tekanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Rekomendasi
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Berita Terkini
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Infografis
Eagle 44, Pangkalan...
Eagle 44, Pangkalan Bawah Tanah Iran jadi Momok bagi Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved