Masyarakat Beralih ke Belanja Online, Permintaan Ruang Ritel Turun
Selasa, 24 Agustus 2021 - 18:29 WIB
loading...
Suasana mal di Jakarta saat pemberlakuan PPKM darurat. Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengungkapkan, selama pandemi frekuensi belanja online orang Indonesia meningkat drastis.
“Dari data sebelumnya, rata-rata belanja online secara frekuensi terjadi sekitar 22% konsumen. Sementara frekuensi sekarang mencapai 40%,” ujarnya dalam press conference Jakarta Property Highlight, Selasa (24/8/2021).
Dalam paparannya, dia mengatakan belanja online merupakan salah satu multi dimensi pemasaran yang dilakukan oleh sektor ritel dan menjadi tulang punggung untuk menggerakkan transaksi saat ini.
Baca juga: Belanja Online Saat Pandemi, Warganet Tak Pikirkan Kualitas, yang Penting Murah!
Pada semester I/2021, Syarifah menjelaskan total pasokan ruang ritel di Jakarta bertambah 4.824.206 m2. Namun, kini tingkat permintaan ruang retail menjadi 3.809.039 m2 atau turun 2% dari periode sebelumnya. Kemudian, tingkat okupansi mal pada periode ini sebesar 78,96%, menurun 4% dari semester sebelumnya.
“Dari data sebelumnya, rata-rata belanja online secara frekuensi terjadi sekitar 22% konsumen. Sementara frekuensi sekarang mencapai 40%,” ujarnya dalam press conference Jakarta Property Highlight, Selasa (24/8/2021).
Dalam paparannya, dia mengatakan belanja online merupakan salah satu multi dimensi pemasaran yang dilakukan oleh sektor ritel dan menjadi tulang punggung untuk menggerakkan transaksi saat ini.
Baca juga: Belanja Online Saat Pandemi, Warganet Tak Pikirkan Kualitas, yang Penting Murah!
Pada semester I/2021, Syarifah menjelaskan total pasokan ruang ritel di Jakarta bertambah 4.824.206 m2. Namun, kini tingkat permintaan ruang retail menjadi 3.809.039 m2 atau turun 2% dari periode sebelumnya. Kemudian, tingkat okupansi mal pada periode ini sebesar 78,96%, menurun 4% dari semester sebelumnya.
Lihat Juga :