Harga Bijih Nikel Naik Kerek Pendapatan dan Laba NICL di Semester I/2021
Rabu, 25 Agustus 2021 - 06:46 WIB
loading...
Selama semester I tahun ini, penjualan bijih nikel PT. PAM Mineral Tbk (NICL) mengalami peningkatan yang signifikan dengan ditunjang oleh peningkatan harga komoditas nikel. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT. PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan, peningkatan kinerja operasional yang solid. Selama semester I tahun ini, penjualan bijih nikel perseroan mengalami peningkatan yang signifikan dengan ditunjang oleh peningkatan harga komoditas nikel sepanjang semester I 2021.
Berdasarkan laporan keuangan in house Juni 2021, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp.148 miliar, sedangkan pendapatan Perseroan pada sepanjang tahun 2020 sebesar Rp.188 miliar.
“Jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2020, pada semester I tahun ini, Perseroan telah mencapai 79% dari penjualan tahun lalu. Kami sangat optimis penjualan tahun 2021 ini akan jauh diatas penjualan yang telah dicapai Perseroan tahun lalu.” tambah Corporate Secretary NICL, Suhartono.
Baca Juga: Tesla Lebih Memilih Nikel Asal Australia, Kok Bukan Indonesia?
Dari sisi laba, Perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp.26,3 miliar atau naik signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih di semester I 2020 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,8 miliar. Kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga nikel.
Di sisi lain posisi keuangan NICL masih sangat solid, dimana pada sisi ekuitas, Perseroan mengalami kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp.106,7 miliar naik menjadi Rp.133,1 miliar atau naik sebesar 25% (ytd). Hal ini disebabkan adanya lonjakan laba yang signifikan di semester I 2021.
Total aset Perseroan sebesar Rp.177 miliar per Juni 2021 relatif lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp.189,7 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7% (ytd).
Berdasarkan laporan keuangan in house Juni 2021, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp.148 miliar, sedangkan pendapatan Perseroan pada sepanjang tahun 2020 sebesar Rp.188 miliar.
“Jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2020, pada semester I tahun ini, Perseroan telah mencapai 79% dari penjualan tahun lalu. Kami sangat optimis penjualan tahun 2021 ini akan jauh diatas penjualan yang telah dicapai Perseroan tahun lalu.” tambah Corporate Secretary NICL, Suhartono.
Baca Juga: Tesla Lebih Memilih Nikel Asal Australia, Kok Bukan Indonesia?
Dari sisi laba, Perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp.26,3 miliar atau naik signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih di semester I 2020 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,8 miliar. Kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga nikel.
Di sisi lain posisi keuangan NICL masih sangat solid, dimana pada sisi ekuitas, Perseroan mengalami kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp.106,7 miliar naik menjadi Rp.133,1 miliar atau naik sebesar 25% (ytd). Hal ini disebabkan adanya lonjakan laba yang signifikan di semester I 2021.
Total aset Perseroan sebesar Rp.177 miliar per Juni 2021 relatif lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp.189,7 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7% (ytd).
Lihat Juga :