Mengembangkan Bioetanol, Pak Jokowi Bisa Tiru Los Angeles Nih!

Rabu, 25 Agustus 2021 - 19:17 WIB
loading...
A A A
Bahan pembuat bioetanol ini sendiri dapat berasal dari produk-produk pertanian di antara lain adalah tetes tebu, singkong, jagung. Indonesia sebagai negara dengan modal sektor pertanian yang berlimpah sesungguhnya dapat menjadi salah satu negara yang dapat mengimplementasikan program bioetanol ini di pasar energi.

"Untuk itu, kita harus berani terlebih dahulu memperkenalkan bioetanol ke pasar domestik. Jangan sampai industri dalam negeri kehilangan appetite untuk menumbuhkan industri bahan bakar berbasis etanol," tandas dia.

Pada kesempatan yang sama, pembicara dari Australia, Keith Sharp menyebutkan bahwa tren sektor transportasi dewasa ini mengarah ke Electronic Vehicle (EV) yang memproduksi zero gas emisi karbon. Namun perlu disadari tren tersebut sulit terealisasi dalam 10 hingga 20 tahun mendatang karena kendala di dalam pengembangan keekonomian dari EV, harga EV masih sangat mahal.

"Isu lain adalah suplai listrik untuk EV masih didominasi dari energi fosil seperti batubara dan gas alam. Ini jelas tidak ideal dari perspektif perubahan iklim. Maka dari itu, sebelum menujuk ke tren EV dalam 10-20 tahun kedepan bioetanol bisa menjadi alternatif dekarbonisasi disektor transportasi," kata dia.

Keith menyebut Australia telah membangun enam pabrik bioetanol mampu menghasilkan kapasitas produksi masing-masing sebanyak 100 juta liter. Adapun dampak positif bagi Australia mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 2,6 juta ton per tahun, menciptakan lapangan pekerjaan hingga 4.000 orang yang terdiri dari 1.000 pekerjaan di wilayah sekitar pabrik pengolahan (direct jobs) dan sekitar 3.000 indirect jobs.

Tidak hanya itu, pengembangan bioetanol juga meningkatkan modal investasi daerah hingga USD720 juta dan pendapatan tahunan sebesar USD500 juta serta meningkatkan kapasitas produksi baru etanol dalam negeri yang diproyeksikan sekitar 550 juta liter per tahunnya. Sementara itu, di Amerika Serikat, studi yang dilakukan oleh Environmental Health & Engineering, Inc pada 2020 menemukan program E10 dalam campuran bensin dapat meningkatkan nilai oktan hingga 3-4 tingkatan dan program E10 dapat mengurangi 46 persen gas emisi karbon dibandingkan dengan bensin murni dari hulu ke hilir.

Di samping itu, pengurangan emisi juga dapat mengurangi polusi di udara, hal Ini terlihat dari pengurangan emisi di Los Angeles. Penggunaan etanol di sektor transportasi dapat meningkatkan kualitas udara di kota Los Angeles tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2007 ketika penggunaan bahan bakar berbasis fosil masih masif. Studi dari AS tersebut juga menyebutkan bahwa penggunaan dan produksi etanol secara global dapat mengurangi gas emisi karbon hingga 110 juta ton per tahun, atau setara dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan sebanyak 20 juta unit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
PLN Enjiniring Integrasikan...
PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Pacu Transisi Energi...
Pacu Transisi Energi 100 Gigawatt Tenaga Surya, Prabowo: Banyak Negara Lebih Menyedihkan
Indonesia Butuh Investasi...
Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Rekomendasi
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved