Tarif Cukai Naik di 2022, Liga Tembakau Ingatkan Dampak ke Petani
Kamis, 26 Agustus 2021 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Zulvan mengatakan bahwa alasan yang disebutkan oleh pemerintah itu tidak relevan. Menurut dia, akan menjadi relevan apabila tarif cukai tidak dinaikkan dulu, terlebih saat ini daya beli masyarakat belum pulih karena efek dari pandemi.
Baca juga: Skandal BLBI Mencuat Lagi, Ini Profil Tommy Soeharto
Lebih lanjut, Zulvan menuturkan industri hasil tembakau masih menjadi penghasil cukai terbesar, yakni 95%. Sehingga menurutnya ini perlu disikiapi dengan bijak oleh pemerintah karena peran IHT belum bisa tergantikan oleh sumber yang lainnya.
“Yang jadi masalah adalah ketika kenaikan cukai semakin agresif, apakah kita tetap bisa menggantungkan terus-terusan pada industri hasil tembakau? Sementara di sisi lain cukai ini juga dipakai menjadi salah satu instrumen pengendalian di mana faktor harga itu menjadi tinjauan penentu,” terangnya.
Di samping itu, dia menambahkan bahwa harga rokok di Indonesia sebenarnya sudah sangat mahal. Walaupun jika dilihat dari kurs rokok di Indonesia memang murah namun dari nilai barangnya, harga rokok sudah mahal. “Ini yang selalu dikampanyekan kalau rokok Indonesia murah. Makanya selalu ingin dinaikkan terus sama pemerintah,” tandasnya.
Baca juga: Skandal BLBI Mencuat Lagi, Ini Profil Tommy Soeharto
Lebih lanjut, Zulvan menuturkan industri hasil tembakau masih menjadi penghasil cukai terbesar, yakni 95%. Sehingga menurutnya ini perlu disikiapi dengan bijak oleh pemerintah karena peran IHT belum bisa tergantikan oleh sumber yang lainnya.
“Yang jadi masalah adalah ketika kenaikan cukai semakin agresif, apakah kita tetap bisa menggantungkan terus-terusan pada industri hasil tembakau? Sementara di sisi lain cukai ini juga dipakai menjadi salah satu instrumen pengendalian di mana faktor harga itu menjadi tinjauan penentu,” terangnya.
Di samping itu, dia menambahkan bahwa harga rokok di Indonesia sebenarnya sudah sangat mahal. Walaupun jika dilihat dari kurs rokok di Indonesia memang murah namun dari nilai barangnya, harga rokok sudah mahal. “Ini yang selalu dikampanyekan kalau rokok Indonesia murah. Makanya selalu ingin dinaikkan terus sama pemerintah,” tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :