Tarif Cukai Naik di 2022, Liga Tembakau Ingatkan Dampak ke Petani
Kamis, 26 Agustus 2021 - 13:28 WIB
loading...
Petani tembakau. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022, di mana terdapat berbagai pertimbangan dari kenaikan tersebut. Namun, sejumlah kalangan menilai kenaikan ini akan menambah beban petani tembakau.
“Jangan lupa efek dari naiknya tarif cukai tembakau ini dari hulu ke hilir kena semua. Di tingkat petani misalnya, kabar kenaikan cukai itu membawa dampak menyedihkan. Sementara di hilirnya yang paling terlihat itu daya beli masyarakat di tingkat paling bawah juga belum pulih tapi malah cukai mau dinaikkan,” ujar Ketua Liga Tembakau Indonesia Zulvan Kurniawan dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: Bea Cukai Lakukan 14.038 Penindakan Terhadap Kegiatan Ilegal
Terkait naiknya tarif cukai hasil tembakau, sebelumnya pemerintah mengutarakan beberapa alasan. Diantaranya, mempertimbangkan aspek kesehatan preferensi perokok anak, kemudian bagi tenaga kerja yang bekerja langsung di industri rokok, serta keberlangsungan petani dari hasil industri tembakau (IHT).
“Jika bicara soal preferensi perokok anak, padahal dari hasil studi yang dilakukan oleh Indef tahun 2020 sudah menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara kenaikan cukai dengan tingkat preferensi perokok,” ujarnya menanggapi alasan pemerintah tersebut.
“Jangan lupa efek dari naiknya tarif cukai tembakau ini dari hulu ke hilir kena semua. Di tingkat petani misalnya, kabar kenaikan cukai itu membawa dampak menyedihkan. Sementara di hilirnya yang paling terlihat itu daya beli masyarakat di tingkat paling bawah juga belum pulih tapi malah cukai mau dinaikkan,” ujar Ketua Liga Tembakau Indonesia Zulvan Kurniawan dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: Bea Cukai Lakukan 14.038 Penindakan Terhadap Kegiatan Ilegal
Terkait naiknya tarif cukai hasil tembakau, sebelumnya pemerintah mengutarakan beberapa alasan. Diantaranya, mempertimbangkan aspek kesehatan preferensi perokok anak, kemudian bagi tenaga kerja yang bekerja langsung di industri rokok, serta keberlangsungan petani dari hasil industri tembakau (IHT).
“Jika bicara soal preferensi perokok anak, padahal dari hasil studi yang dilakukan oleh Indef tahun 2020 sudah menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara kenaikan cukai dengan tingkat preferensi perokok,” ujarnya menanggapi alasan pemerintah tersebut.
Lihat Juga :