Penumpang KA Jarak Jauh Belum Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Senin, 30 Agustus 2021 - 09:26 WIB
loading...
Penumpang KA Jarak Jauh...
Penumpang KA jarak jauh belum diwajibkan menggunakan aplikasi pedulilindungi menunggu detail aturan dari Kemenhub. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan tetap melayani bahwa calon penumpang kereta api jarak jauh yang akan melakukan perjalanan, meski calon penumpang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi.

"Sampai saat ini kita masih membolehkan penumpang KA jarak jauh untuk bisa melakukan perjalanan meski belum mengunduh aplikasi itu. Akan tetapi kami juga sudah melakukan sistem integrasi boarding dengan sistem KAI dengan pengecekan syarat tentunya," jelas Vice President Public Relations KAI Joni Martinus secara virtual, Senin (30/8/2021).

Baca Juga: Sering Banget Eror, Luhut Minta Aplikasi Pedulilindungi Diperbaiki

Joni mengatakan KAI masih menunggu aturan turunan resmi dan detail dari pemerintah terkait penerapan aplikasi PeduliLindungi, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Jika nanti calon penumpang tidak memiliki smartphone atau tidak bisa mengunduh, akan kami tetap layani dan masih bisa menggunakan layanan integrasi dari PT KAI," ujarnya.

PT KAI pada sistem Boarding Pass sudah melakukan berbagai antisipasi. Misalnya, calon penumpang ketika membeli tiket dapat diketahui data-datanya di sistem KAI. "Jadi kita bisa melihat bagaimana data vaksinasi penumpang tersebut, hasil pemeriksaan penumpang tersebut, expired atau tidak hasil tes Covid- 19-nya semua sudah terbaca dengan sistem boarding kita jika semua tidak bisa dilakukan maka akan dicek secara manual," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
KAI Catatkan Penjualan...
KAI Catatkan Penjualan Tiket 3,6 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 120%
Dirut KAI Bagikan Strategi...
Dirut KAI Bagikan Strategi Kepemimpinan Transformatif di Leadership Forum BSI
106.474 Wisman Berangkat...
106.474 Wisman Berangkat dari 222 Stasiun di Luar 10 Terbesar, Perjalanan dengan KA Semakin Tersebar
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Rekomendasi
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
Berita Terkini
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Infografis
Hizbullah Belum Gunakan...
Hizbullah Belum Gunakan Rudal secara Penuh, Iron Dome Sudah Jebol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved