Artificial Intelligence Tidak Bisa Mencegah Kerugian Akibat BBM Oktan Rendah
Rabu, 01 September 2021 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi. Jangan lupa, jelas Iman, bahwa spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi. Dengan demikian, BBM yang dipakai juga harus sesuai.
“Kalau motor dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Minyak di Atas USD70/Barel, Segini Rugi Pertamina Jualan Pertamax dan Pertalite
Dampak pemakaian BBM beroktan rendah memang merugikan. Selain meningkatkan risiko kerusakan motor, jelas Iman, BBM RON rendah juga memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menurunkan unjuk kerja motor, membuat motor mengelitik (knocking), bahkan berpotensi membuat ruang bakar berlubang.
“BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang,” pungkasnya.
“Kalau motor dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan,” imbuhnya.
Baca Juga: Harga Minyak di Atas USD70/Barel, Segini Rugi Pertamina Jualan Pertamax dan Pertalite
Dampak pemakaian BBM beroktan rendah memang merugikan. Selain meningkatkan risiko kerusakan motor, jelas Iman, BBM RON rendah juga memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menurunkan unjuk kerja motor, membuat motor mengelitik (knocking), bahkan berpotensi membuat ruang bakar berlubang.
“BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :