Di Ambang Kolaps, Fitch Solutions Beri Gambaran Mengerikan Soal Ekonomi Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 11:12 WIB
loading...
A A A
"Kejutan pertama adalah pemotongan dana yang efektif, terutama dana publik. Hampir 75% keuangan pemerintah (Afghanistan) pada dasarnya didanai oleh bantuan," katanya seperti dikutip, Jumat (3/9/2021).

Basu mengatakan ketidakpastian politik dan pandemi virus corona menambah masalah yang dihadapi Afghanistan. Terlebih, akses negara itu terhadap vaksin kian suram setelah pengambilalihan Taliban.

Dia mengatakan, mata uang Afghanistan, Afghani, bisa terdepresiasi lebih lanjut karena sebagian besar aset asing Afghanistan telah dibekukan oleh bank sentral AS untuk menghentikan Taliban dari mendapatkan akses ke mereka.

Basu mengatakan, jatuhnya mata uang telah merugikan Afghanistan dengan menyebabkan lonjakan inflasi yang signifikan, dengan harga barang-barang penting naik lebih dari sepertiga bulan lalu.

"Jika ini terus berlanjut, apa yang akan terjadi adalah nilai mata uang yang sebenarnya pada dasarnya akan runtuh. Dan itu dapat menciptakan situasi hiperinflasi yang hanya kita lihat di zaman modern di Afrika sub-Sahara dan Amerika Latin, bahkan mungkin di situasi ala Lebanon," ujarnya.

Sementara, pengiriman kemanusiaan PBB masih mengalir ke negara itu. Selain itu, Qatar akan membantu Taliban membuka kembali Bandara Kabul, yang ditutup setelah pasukan AS menyelesaikan penarikan mereka awal pekan ini. Layanan pengiriman uang Western Union juga telah dibuka kembali untuk bisnis di negara tersebut.

Basu mengatakan, mungkin ada proyeksi yang lebih positif jika negara-negara seperti Rusia dan China mengakui Taliban sebagai pemerintah yang sah dan meningkatkan investasinya di Afghanistan. Hal itu dinilai dapat mengimbangi penurunan bantuan asing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Diragukan...
Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal
Warning Fitch di Mata...
Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade
Fitch Pangkas Outlook...
Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Di Bawah Sanksi AS,...
Di Bawah Sanksi AS, Negara Komunis Ini Bantu Taliban Ceraikan Dolar
Peringkat Utang Ukraina...
Peringkat Utang Ukraina Jeblok, Masuk Zona Gagal Bayar
Fitch Pangkas Prospek...
Fitch Pangkas Prospek Peringkat Kredit China Jadi Negatif
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Rekomendasi
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Berita Terkini
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved