Di Ambang Kolaps, Fitch Solutions Beri Gambaran Mengerikan Soal Ekonomi Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Namun, mantan pejabat pemerintah Afghanistan Nematullah Bizhan mengatakan Fitch Solutions terlalu optimis tentang situasi politik dan keamanan di negara itu, karena memperkirakan bahwa setelah tiga tahun kondisi akan normal dan ekonomi akan pulih.

Baca Juga: Biden Akui Salah Arah, Rusia: Dunia Mungkin Lebih Tenang di Masa Depan

Bizhan adalah dosen kebijakan publik dan pembangunan internasional di Australian National University dan penasihat pemerintah Afghanistan, termasuk menjabat sebagai wakil menteri pemuda dan direktur jenderal anggaran di Kementerian Keuangan Afghanistan.

"Itu semua akan tergantung pada apa yang mungkin terjadi di Afghanistan, jika kita memiliki perang saudara," katanya kepada ABC. "Jika ada ketidakamanan dan AS menjatuhkan sanksi pada Taliban, ekonomi akan berkontraksi lebih lanjut dan kami dapat memprediksi keruntuhan keuangan di Afghanistan."

Nemat mengatakan, pengurangan atau penghentian miliaran dolar bantuan asing ke Afghanistan akan memiliki dampak yang menghancurkan. "Sekitar 50% anggaran operasional dibiayai melalui bantuan luar negeri, baik hibah maupun pinjaman. [Juga] cadangannya dibekukan, jadi situasinya memang sangat mengkhawatirkan," paparnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Diragukan...
Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal
Warning Fitch di Mata...
Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade
Fitch Pangkas Outlook...
Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Di Bawah Sanksi AS,...
Di Bawah Sanksi AS, Negara Komunis Ini Bantu Taliban Ceraikan Dolar
Peringkat Utang Ukraina...
Peringkat Utang Ukraina Jeblok, Masuk Zona Gagal Bayar
Fitch Pangkas Prospek...
Fitch Pangkas Prospek Peringkat Kredit China Jadi Negatif
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Rekomendasi
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Soal Sosok Konglomerat...
Soal Sosok Konglomerat Tan Kian di Kasus Febrie Adriansyah, Polri: Saksi, Bukan Ditahan
BSI Scholarship Pelajar...
BSI Scholarship Pelajar 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Jadwal Pendaftarannya
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved