Di Ambang Kolaps, Fitch Solutions Beri Gambaran Mengerikan Soal Ekonomi Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 11:12 WIB
loading...
Di Ambang Kolaps, Fitch...
Fitch Solutions memberikan proyeksi sangat suram bagi perekonomian Afghanistan pascadikuasai Taliban. Foto/Anadolu/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di saat Taliban tengah berupaya membentuk pemerintahan di Afghanistan, sejumlah peringatan muncul terkait kemungkinan kolapsnya ekonomi negara yang selama ini bergantung pada bantuan negara lain itu.

Mengutip ABC News, sebuah laporan dari Fitch Solutions, bagian dari lembaga pemeringkat kredit global Fitch Ratings, melukiskan gambaran yang mengerikan tentang ekonomi Afghanistan . Laporan itu memperingatkan bahwa situasi akan menjadi lebih buruk jika negara-negara Barat dan organisasi keuangan internasional menahan atau menarik bantuan asing.

Baca Juga: Ternyata, Ekonomi Afghanistan Sudah 'Melarat' Sebelum Taliban Masuk

Pekan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan krisis kemanusiaan akan terjadi di Afghanistan karena bahan bakar, makanan dan obat-obatan habis dan separuh penduduk hidup dalam kemiskinan.

Di bagian lain, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah memotong bantuan keuangan, sambil menanti keputusan komunitas internasional apakah akan mengakui Taliban sebagai pemerintah sah negara itu.

Seperti diketahui, ada kekhawatiran Taliban akan mengulangi aturan brutal sebelumnya, seperti eksekusi publik, hukum rajam sampai mati karena perzinahan, potong tangan karena mencuri, dan pelarangan perempuan dan anak perempuan bekerja dan bersekolah.

Berbicara kepada ABC dari Singapura, Head of Asia-Pacific Country Risk Fitch Solutions Anwita Basu memperkirakan ekonomi Afghanistan akan menyusut hampir 10% tahun ini dan lebih dari 5% tahun depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Diragukan...
Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal
Warning Fitch di Mata...
Warning Fitch di Mata Menko Airlangga: Yang Penting Indonesia Tetap Investment Grade
Fitch Pangkas Outlook...
Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
Di Bawah Sanksi AS,...
Di Bawah Sanksi AS, Negara Komunis Ini Bantu Taliban Ceraikan Dolar
Peringkat Utang Ukraina...
Peringkat Utang Ukraina Jeblok, Masuk Zona Gagal Bayar
Fitch Pangkas Prospek...
Fitch Pangkas Prospek Peringkat Kredit China Jadi Negatif
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Rekomendasi
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved