Di Bawah Sanksi AS, Negara Komunis Ini Bantu Taliban Ceraikan Dolar

Selasa, 10 September 2024 - 07:38 WIB
loading...
Di Bawah Sanksi AS,...
China membantu Taliban untuk meninggalkan dolar AS dalam pengembangan sumber daya dan infrastruktur. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dua negara berkembang baru saja berkolaborasi untuk menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal, bukan dolar AS. Kolaborasi ini muncul ketika negara-negara berkembang berusaha untuk meningkatkan perdagangan regional yang menguntungkan ekonomi mereka. Hal ini memberikan tekanan pada dolar AS karena negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan lebih mengutamakan mata uang lokal daripada dolar AS.

Afghanistan dan Uzbekistan telah berkolaborasi untuk meningkatkan perdagangan regional dengan perjanjian-perjanjian baru yang besar tanpa dolar AS. Kesepakatan-kesepakatan ini mencakup pembangunan Proyek Kereta Api UAP dan Pusat Perdagangan Internasional Termez.

Di bawah Pemerintah Taliban, Afghanistan juga telah meningkatkan perdagangan dengan negara-negara tetangganya, seperti Uzbekistan, Turkmenistan, dan Kazakhstan. Proyek-proyek seperti Pipa Gas TAPI dan Koridor Trans-Afghanistan berkembang pesat.

Baca Juga: 2 Jet Tempur Asing Bawa Bom Nuklir Terpantau di Atas Amerika Serikat

Namun, kesepakatan perdagangan ini memiliki tantangan karena AS telah menekan sanksi terhadap ekonomi Afghanistan, sehingga menyulitkan negara ini untuk menyelesaikan perdagangan dalam dolar. Selain itu, gejolak politik internal, praktik keagamaan yang ketinggalan zaman, dan pendanaan terorisme di seluruh dunia adalah hal yang menghambat pertumbuhan Afghanistan.

Selain itu, Afghanistan telah mengulurkan tangannya ke China untuk membangun infrastruktur utamanya. Baru-baru ini, China membantu Afghanistan menjual minyak mentah senilai USD80 juta dalam 10 hari, membuat Taliban mendapatkan dolar AS.

Negara Komunis ini membantu Afghanistan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar USD500 juta dengan mengebor sumur-sumur minyak baru. Hal ini memungkinkan Afghanistan untuk mengizinkan China memasuki negara mereka dan membangun tambang tembaga untuk produksi di wilayah Mes Aynak. Kedua negara telah mempercepat pembangunan untuk memanfaatkan deposit tembaga yang sangat besar di bawah waduk.

Baca Juga: China Timbun Dolar AS Rp7.729 Triliun, Apa Artinya bagi Yuan?

Perkembangan ini dapat secara signifikan meningkatkan perekonomian China dan Afghanistan karena deposito diperkirakan bernilai miliaran dolar AS.

“Hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara menjadi semakin erat,” kata duta besar China untuk Afghanistan, Zhao Xing, dilansir dari WatcherGuru, Selasa (9/9/2024).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Analis Sebut Kebijakan...
Analis Sebut Kebijakan Isolasionis AS Bisa Percepat Dedolarisasi
Moskow-Washington Kian...
Moskow-Washington Kian Mesra, AS Siap Hubungkan Kembali Rusia ke SWIFT
Dulu Kabur, Kini Perusahaan...
Dulu Kabur, Kini Perusahaan Asing Antri untuk Kembali ke Rusia
Hubungan Afsel dan BRICS...
Hubungan Afsel dan BRICS Makin Kuat usai Tak Lagi Dapat Bantuan AS
Ambisi Uni Eropa Mengurangi...
Ambisi Uni Eropa Mengurangi Ketergantungan Mineral Penting asal China
Sinyal Kuat AS Cabut...
Sinyal Kuat AS Cabut Sanksi Rusia demi Hidupkan Ekspor Biji-bijian Laut Hitam
Gurita Bisnis Keluarga...
Gurita Bisnis Keluarga Xi Jinping Terungkap, Raup Jutaan Dolar di Tengah Kampanye Antikorupsi
Indonesia Gabung New...
Indonesia Gabung New Development Bank BRICS, Prabowo Diskusi dengan Dilma Rousseff
India Terang-terangan...
India Terang-terangan ke BRICS: Kami Tidak Akan Campakkan Dolar AS
Rekomendasi
Canelo vs Crawford:...
Canelo vs Crawford: Usia dan Berat Badan Hancurkan Mimpi Kelas Menengah Super Bud?
Korban Tewas Akibat...
Korban Tewas Akibat Pohon Beringin Tumbang saat Salat Idulfitri di Alun-alun Pemalang Jadi 3 Orang
Tol Jakarta-Cikampek...
Tol Jakarta-Cikampek dan Tol MBZ Macet Parah pada Hari Pertama Lebaran
Berita Terkini
Sepanjang Arus Mudik...
Sepanjang Arus Mudik Lebaran 2025, Tercatat Ada 1,7 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek
5 jam yang lalu
Orang Terkaya di Thailand...
Orang Terkaya di Thailand Borong Saham Perbankan Rp6,1 Triliun
5 jam yang lalu
BRI Dorong UMKM Kota...
BRI Dorong UMKM Kota Depok Naik Kelas Lewat Program Klasterku, Pelaku Usaha Beri Apresiasi
7 jam yang lalu
Sri Mulyani Pede Mudik...
Sri Mulyani Pede Mudik dan Lebaran Angkat Ekonomi Daerah, Ini 2 Pendorongnya
8 jam yang lalu
Bagi-bagi Takjil dan...
Bagi-bagi Takjil dan Layanan Kesehatan, BNI Hadir di Posko Mudik Malang
8 jam yang lalu
Bukan Gimmick, Pertamina...
Bukan Gimmick, Pertamina Hadirkan Antar Gratis Bright Gas & Promo Refill Berhadiah Cashback
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved