Diskon Pajak Menciut Jadi 25%, Target Penjualan Mobil Bisa Meleset

Jum'at, 03 September 2021 - 19:09 WIB
loading...
Diskon Pajak Menciut...
Jika diskon PPnBM turun menjadi 25%, agak berat untuk mencapai target penjualan mobil sebesar 750.000 pada 2021. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penjualan mobil diperkirakan akan turun apabila diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dipangkas dari sebelumnya 100% menjadi hanya 25%.

Seperti diketahui, diskon PPnBM DTP 100% berlaku sejak Maret 2021 dan berakhir pada 31 Agustus 2021. Insentif PPnBM DPT diberikan untuk kendaraan berkapasitas mesin 1.500 cc kategori sedan dan 4x2, serta memiliki komponen lokal paling sedikit 70%. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/PMK.010/2021, diskon tetap berlanjut namun menjadi 25% pada September hingga Desember 2021.

Baca juga: Resmi! Mulai Hari Ini Diskon Pajak Mobil Baru Diturunkan Sri Mulyani Jadi 25%

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, dampak dari berlakunya diskon 25% tersebut akan membuat harga kendaraan bermotor akan naik. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan volume penjualan.

"Kalau tidak dilanjut maka harga-harga akan naik dan bisa berakibat turunnya volume penjualan," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (3/9/2021).

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sudah meminta kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memperpanjang diskon PPnBM 100% sampai akhir tahun ini. Namun, menurut Jongkie, belum ada kepastian terkait keputusan tersebut. "Kami masih menunggu keputusan pemerintah. Gaikindo tetap berharap agar stimulus ini dapat diperpanjang sampai akhir tahun 2021," tuturnya.

Baca juga: 7 Tips Mengendarai Mobil Manual Saat Berada di Belokan

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara mengatakan, apabila diskon PPnBM turun menjadi 25% maka agak berat untuk mencapai target penjualan mobil sebesar 750.000 unit pada tahun 2021.

Sepanjang Januari hingga Juli 2021 penjualan mobil nasional sudah mencapai 460.105 unit. Menurut Kukuh, dengan sisa 4 bulan lagi maka cukup berat untuk mengejar penjualan mobil jika diskon PPnBM diturunkan menjadi 25%.

"Di Desember pun biasanya tidak penuh karena banyak orang liburan. Harapan kami stimulus bisa diperpanjang karena sebetulnya yang memanfaatkan konsumen dan yang lebih penting lagi ekosistem industri kita kemudian bergerak kembali," paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Barisan Mobil Terbaru...
Barisan Mobil Terbaru yang Akan Tampil di GIIAS 2026 Diumumkan
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved