Harus Berkeadilan, RUU EBT Jangan Sampai Ditunggangi Motif Bisnis

Sabtu, 04 September 2021 - 15:11 WIB
loading...
A A A
"Jangan pakai jurus ekor cicak, putus tapi tetap bergerak-gerak. Target 23% di 2025 ini kalimat lengkapnya adalah sepanjang keekonomiannya terpenuhi. Jadi kalau keekonomian ini tidak terpenuhi, ya nggak harus," tandasnya.

Dalam kondisi ekonomi yang sedang tertekan oleh pandemi Covid-19 saat ini, tegas Mukhtasor, sumber daya anggaran harus dimaksimalkan untuk banyak hal lain seperti sektor kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan lainnya. "Apalagi kalau nanti harga listrik harus dinaikkan karena harga listriknya naik akibat feed in tariff pembangkit EBT, jangan sampai," tegasnya.

Baca Juga: RUU EBT Dikhawatirkan Tidak Dorong Kemandirian Energi Nasional

Sementara, Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahwa RUU EBT harus mewakili kepentingan semua, khususnya stakeholder yang utama. Kendati bertujuan positif, dia berharap regulasi yang dibuat tidak justru memberatkan konsumen di masa datang.

"Sejauh yang saya amati, ini memang jadi dilema bagi pemerintah. Target bauran EBT 23% sekarang baru tercapai 11,5% artinya masih banyak yang harus dikejar. Tapi harus ada kebijakan yang fair untuk semua pihak, jangan ada yang dikorbankan," ujarnya.

Dia mencontohkan tarif impor-ekspor listrik PLTS Atap yang akan diubah dari 0,65:1 menjadi 1:1. Menurutnya, perbandingan tarif lama 0,65:1 masih menjadi solusi yang adil bagi sedikit konsumen PLN yang mampu memiliki PLTS Atap dan masyarakat pada umumnya yang menjadi konsumen PLN.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Prabowo Kejar Swasembada...
Prabowo Kejar Swasembada Energi: Paling Lambat Akhir 2029
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Rekomendasi
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved