5 Juta Vaksin Sinovac Tiba, Airlangga Minta Masyarakat Tak Pilih-pilih Vaksin
Senin, 06 September 2021 - 13:25 WIB
loading...
Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap 50 sebanyak 5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin (6/9/2021).
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memastikan keamanan, mutu dan efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh dan vaksin yang telah disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO serta para ahli.
Untuk itu, Airlangga meminta masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir menerima vaksin karena semua merek vaksin berkhasiat melindungi masyarakat. "Oleh karenanya tidak perlu memilih-milih dan vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini," tandasnya.
Baca juga: Menko Airlangga Dorong Alumni Kartu Prakerja asal Papua Barat Manfaatkan KUR
Airlangga juga mengingatkan disiplin 3M utamanya juga memakai masker, selanjutnya penguatan 3T (testing, tracing, treatment) juga langkah penting demi penguatan kesehatan dan produktivitas dan mengakhiri pandemi.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memastikan keamanan, mutu dan efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh dan vaksin yang telah disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO serta para ahli.
Untuk itu, Airlangga meminta masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir menerima vaksin karena semua merek vaksin berkhasiat melindungi masyarakat. "Oleh karenanya tidak perlu memilih-milih dan vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini," tandasnya.
Baca juga: Menko Airlangga Dorong Alumni Kartu Prakerja asal Papua Barat Manfaatkan KUR
Airlangga juga mengingatkan disiplin 3M utamanya juga memakai masker, selanjutnya penguatan 3T (testing, tracing, treatment) juga langkah penting demi penguatan kesehatan dan produktivitas dan mengakhiri pandemi.
Lihat Juga :