Puluhan Tahun Rugi Rp28,4 Triliun, Alasan Ford Tutup Pabrik di India

Jum'at, 10 September 2021 - 13:36 WIB
loading...
Puluhan Tahun Rugi Rp28,4...
Ford mengalami kerugian secara beruntun beroperasi di India. FOTO/REUTERS/Kham
A A A
JAKARTA - Pabrikan mobil Amerika, Ford MotorCompany menutup pabrik hingga menghentikan produksi secara total di India akibat tidak menguntungkan. Ford masuk India tahun 1995 dan sejak itu telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mendirikan fasilitas manufaktur dan jaringan pusat penjualan hingga layanan penjualan di seluruh wilayah India.

Baca Juga: Cabut dari India, Ford Bikin 4.000 Tenaga Kerja Kehilangan Pekerjaan

Namun setelah 25 tahun beroperasi di India, Ford akhirnya menutup operasional perusahaan. Dilansir dari Business Insider, Jumat (10/9), penutupan pabrik akan dilakukan bertahap. Pertama penutupan pabrik dilakukan di Sanand, Gujarat pada Kuartal I/2021 dan fasilitas manufaktur dan mesin di Chennai pada Kuartal II/2022.

Perusahaan melaporkan penjualan mobil populer seperti Ford EcoSport saja masih mencetak kerugian yang tak terduga. Ford mengakumulasikan kerugian operasional lebih dari USD2 miliar atau sekitar Rp28,4 triliun selama 10 tahun terakhir dan penurunan aset non-operasional senilai USD0,8 miliar pada 2019.

Baca Juga: Taliban Berkuasa, India dan Rusia Perdalam Kerja Sama Anti Teroris

Sementara itu, Ford akan terus memberikan dukungan suku cadang, servis, dan garansi yang berkelanjutan kepada pelanggan yang sudah ada. Sekitar 4.000 karyawan pun diperkirakan terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Rekomendasi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved