Walau Masuk BRICS, Ini Alasan India Enggan Campakkan Dolar AS
Kamis, 10 Oktober 2024 - 16:27 WIB
loading...
BRICS belakangan ini gencar mengkampanyekan gerakan dedolarisasi. Namun India yang merupakan salah satu pendiri BRICS masih enggan untuk meninggalkan dolar AS. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - BRICS belakangan ini gencar mengkampanyekan gerakan dedolarisasi dan bahkan siap untuk menciptakan mata uang saingan dolar Amerika Serikat (USD). Namun India yang merupakan salah satu pendiri BRICS masih enggan untuk meninggalkan dolar AS .
Pada awal Oktober 2024, India menegaskan jika mereka hanya ingin mencari solusi tanpa bermaksud untuk beralih dari penggunaan dolar AS, tidak seperti beberapa negara lain menurut Indian Express.
Baca Juga: Emoh Campakkan Dolar, 1 Anggota BRICS Membelot ke AS
Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar mengatakan, bahwa meskipun India sedang mengejar kepentingan perdagangannya, menghindari penggunaan dolar AS bukanlah bagian dari kebijakan ekonomi India.
Lantas mengapa India kini justru enggan melepaskan dolar AS, padahal tahun lalu India menjadi salah satu negara BRICS yang mendukung gerakan dedolarisasi dan menciptakan mata uang sendiri demi memutus dominasi AS.
Pada awal Oktober 2024, India menegaskan jika mereka hanya ingin mencari solusi tanpa bermaksud untuk beralih dari penggunaan dolar AS, tidak seperti beberapa negara lain menurut Indian Express.
Baca Juga: Emoh Campakkan Dolar, 1 Anggota BRICS Membelot ke AS
Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar mengatakan, bahwa meskipun India sedang mengejar kepentingan perdagangannya, menghindari penggunaan dolar AS bukanlah bagian dari kebijakan ekonomi India.
Lantas mengapa India kini justru enggan melepaskan dolar AS, padahal tahun lalu India menjadi salah satu negara BRICS yang mendukung gerakan dedolarisasi dan menciptakan mata uang sendiri demi memutus dominasi AS.
Alasan India Sebagai Anggota BRICS Masih Membutuhkan Dolar AS
Subrahmanyam Jaishankar menyebutkan jika kebijakan AS sering kali mempersulit perdagangan dengan negara-negara tertentu, dan India mencari "solusi" tanpa bermaksud untuk menjauh dari penggunaan dolar.Lihat Juga :