Badan Otorita Dorong Peran Gereja dan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Labuan Bajo
Selasa, 14 September 2021 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Luhut berharap pihak gereja mampu menyampaikan pesan-pesan lebih disiplin kepada masyarakat NTT khususnya di Flores dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 agar pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya bisa lebih optimal dalam melayani wisatawan yang datang.
“Memang kita harus banyak melakukan perbaikan, terutama di bidang SDM, dan menurut saya peran gereja itu sangat penting dalam mendisiplinkan masyarakat agar lebih bisa berkarya dan bisa membantu agar membuat pariwisata di Labuan Bajo lebih maju namun tetap aman,” ucap Luhut.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan sebuah sinergi kolaborasi dan kajian holistik demi masa depan pengembangan pariwisata di Flores, khususnya Labuan Bajo.
“Saya berharap bahwa penandatanganan ini dapat menjadi sebuah tindak lanjut untuk menguatkan lagi strategi pengembangan DPSP Labuan Bajo, sesuai dengan konsep 3G dari Kemenparekraf yaitu gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber), dan menggarap semua potensi (gaspol) untuk kebangkitan pariwisata kita,” paparnya.
Baca juga: Pemerintah Prioritaskan Vaksin untuk Daerah dengan Capaian Vaksinasi di Bawah 20%
Sementara itu, Uskup Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng mengungkapkan bahwa dasar utama penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut adalah simpul yang ingin mempersatukan pemerintah dan gereja dalam mewujudkan kesejahteraan umum, kebahagiaan, dan juga keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin nantinya pengembangan DPSP Labuan Bajo bisa kembali memusatkan manusia Flores meliputi rohani dan jasmani, etis, dan meneguhkan martabat manusia,” ujarnya.
“Memang kita harus banyak melakukan perbaikan, terutama di bidang SDM, dan menurut saya peran gereja itu sangat penting dalam mendisiplinkan masyarakat agar lebih bisa berkarya dan bisa membantu agar membuat pariwisata di Labuan Bajo lebih maju namun tetap aman,” ucap Luhut.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan sebuah sinergi kolaborasi dan kajian holistik demi masa depan pengembangan pariwisata di Flores, khususnya Labuan Bajo.
“Saya berharap bahwa penandatanganan ini dapat menjadi sebuah tindak lanjut untuk menguatkan lagi strategi pengembangan DPSP Labuan Bajo, sesuai dengan konsep 3G dari Kemenparekraf yaitu gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber), dan menggarap semua potensi (gaspol) untuk kebangkitan pariwisata kita,” paparnya.
Baca juga: Pemerintah Prioritaskan Vaksin untuk Daerah dengan Capaian Vaksinasi di Bawah 20%
Sementara itu, Uskup Siprianus Hormat dari Keuskupan Ruteng mengungkapkan bahwa dasar utama penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut adalah simpul yang ingin mempersatukan pemerintah dan gereja dalam mewujudkan kesejahteraan umum, kebahagiaan, dan juga keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin nantinya pengembangan DPSP Labuan Bajo bisa kembali memusatkan manusia Flores meliputi rohani dan jasmani, etis, dan meneguhkan martabat manusia,” ujarnya.
Lihat Juga :