Badan Otorita Dorong Peran Gereja dan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Labuan Bajo
Selasa, 14 September 2021 - 08:11 WIB
loading...
Penandatanganan MoU antara Kemenparekraf, Pemkab Manggarai Barat dan Keuskupan Ruteng dilakukan secara virtual pada awal September 2021. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Keuskupan Ruteng menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan secara virtual pada awal September 2021 itu menandai babak baru terkait masa depan pariwisata Labuan Bajo.
Adapun tujuan dari penandatanganan MoU ini antara lain untuk membangun pariwisata di Labuan Bajo yang lebih optimal, holistik, serta bertumpu pada kearifan lokal dan menyejahterakan. Selain itu, mendorong pariwisata berkelanjutan dan menyokong pariwisata lokal yang lebih bermartabat secara manfaat untuk masyarakat sekitar.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang ikut menyaksikan penandatanganan MoU menyatakan bahwa kesepakatan kerja sama tersebut merupakan hal penting mengingat Labuan Bajo dan sekitarnya merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang telah ditetapkan oleh presiden Joko Widodo.
“Prioritas adalah sesuatu yang penting dan harus disegerakan karena saat ini Labuan Bajo sedang bersiap menjadi tuan rumah dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya, dikutip Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Hari Ini Pantai hingga Dufan Ancol Dibuka, Pengunjung Wajib Sudah Vaksin
Menurut Luhut, kunci utama dalam pengembangan DPSP Labuan Bajo adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. "Untuk itu memang diperlukan juga peran gereja melalui Keuskupan Ruteng," imbuhnya.
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan secara virtual pada awal September 2021 itu menandai babak baru terkait masa depan pariwisata Labuan Bajo.
Adapun tujuan dari penandatanganan MoU ini antara lain untuk membangun pariwisata di Labuan Bajo yang lebih optimal, holistik, serta bertumpu pada kearifan lokal dan menyejahterakan. Selain itu, mendorong pariwisata berkelanjutan dan menyokong pariwisata lokal yang lebih bermartabat secara manfaat untuk masyarakat sekitar.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang ikut menyaksikan penandatanganan MoU menyatakan bahwa kesepakatan kerja sama tersebut merupakan hal penting mengingat Labuan Bajo dan sekitarnya merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang telah ditetapkan oleh presiden Joko Widodo.
“Prioritas adalah sesuatu yang penting dan harus disegerakan karena saat ini Labuan Bajo sedang bersiap menjadi tuan rumah dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya, dikutip Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Hari Ini Pantai hingga Dufan Ancol Dibuka, Pengunjung Wajib Sudah Vaksin
Menurut Luhut, kunci utama dalam pengembangan DPSP Labuan Bajo adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. "Untuk itu memang diperlukan juga peran gereja melalui Keuskupan Ruteng," imbuhnya.
Lihat Juga :