Vaksinasi Menjadi Game Changer Pemulihan Ekonomi
Kamis, 16 September 2021 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:1 Juta Orang di Kota Tangerang Sudah Divaksin Lewat Program Vaksinasi Tingkat RW)
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr. Alexander Ginting. Virus Covid-19 sebagaimana virus pada umumnya, memiliki sifat alamiah untuk bermutasi, berevolusi, dan bereplikasi.
Sepanjang terjadi penularan, maka virus akan menemukan inang baru untuk berkembang dan bermutasi, sehingga kemungkinan lahirnya varian baru akan tetap ada. Karena itu, upaya pengendalian pandemi seperti disiplin protokol kesehatan, penguatan testing, tracing, treatment (3T) serta vaksinasi, harus tetap dilaksanakan.
“Intinya tidak boleh lengah. Apapun varian virusnya, kita harus tetap vaksin, sebab vaksin memberikan proteksi dari gejala berat maupun kematian. Kemudian, meskipun sudah divaksin, kita masih bisa terinfeksi virus. Karenanya, harus tetap waspada mencegah penularan,” kata Alexander.
(Baca juga:Milesmotoproject dan Kemenkes Kolaborasi Gelar Vaksinasi Covid-19)
Upaya pengendalian Covid-19, menurutnya, bukan hanya menjadi tugas pemerintah melainkan tanggung jawab setiap pihak. Ia menyebutkan, sebagai upaya perluasan cakupan vaksinasi, misalnya, Posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di desa dan kelurahan diharapkan dapat melakukan sistem “jemput bola” mendatangi dan memberikan kemudahan akses bagi kelompok khusus.
“Vaksinasi bukan hanya hak mereka yang sehat sensorik dan motorik. Justru harus menjangkau kelompok rentan, misalnya para lansia yang memiliki angka mortalitas tinggi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr. Alexander Ginting. Virus Covid-19 sebagaimana virus pada umumnya, memiliki sifat alamiah untuk bermutasi, berevolusi, dan bereplikasi.
Sepanjang terjadi penularan, maka virus akan menemukan inang baru untuk berkembang dan bermutasi, sehingga kemungkinan lahirnya varian baru akan tetap ada. Karena itu, upaya pengendalian pandemi seperti disiplin protokol kesehatan, penguatan testing, tracing, treatment (3T) serta vaksinasi, harus tetap dilaksanakan.
“Intinya tidak boleh lengah. Apapun varian virusnya, kita harus tetap vaksin, sebab vaksin memberikan proteksi dari gejala berat maupun kematian. Kemudian, meskipun sudah divaksin, kita masih bisa terinfeksi virus. Karenanya, harus tetap waspada mencegah penularan,” kata Alexander.
(Baca juga:Milesmotoproject dan Kemenkes Kolaborasi Gelar Vaksinasi Covid-19)
Upaya pengendalian Covid-19, menurutnya, bukan hanya menjadi tugas pemerintah melainkan tanggung jawab setiap pihak. Ia menyebutkan, sebagai upaya perluasan cakupan vaksinasi, misalnya, Posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di desa dan kelurahan diharapkan dapat melakukan sistem “jemput bola” mendatangi dan memberikan kemudahan akses bagi kelompok khusus.
“Vaksinasi bukan hanya hak mereka yang sehat sensorik dan motorik. Justru harus menjangkau kelompok rentan, misalnya para lansia yang memiliki angka mortalitas tinggi,” ujarnya.
Lihat Juga :