Erick Thohir Sindir BUMN Terlena dengan Subsidi Negara: Kalau Bangkrut kan Disuntik Pemerintah

Jum'at, 17 September 2021 - 20:31 WIB
loading...
Erick Thohir Sindir...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui sejumlah perusahaan negara acapkali terlena dengan subsidi atau anggaran negara. Salah satunya skema Penyertaan Modal Negara (PMN) yang ramai-ramai diajukan manajemen perseroan.

Pemegang saham menyadari persepsi manajemen 'BUMN bangkrut akan disuntik pemerintah' berdampak buruk bagi operasional perusahaan. Akibatnya, BUMN dinilai tidak bisa bersaing di pasar terbuka.

Kendati demikian, Erick memastikan pemahaman seperti itu tidak diinternalisasikan lagi dan akan terus mendorong transformasi perusahaan agar bisa bersaing di pasar terbuka.

"Kita juga harus sadari banyak sekali BUMN ini juga terlena. Karena punya persepsi 'kan saya kerja di BUMN, kalau bangkrut kan disuntik pemerintah lagi. Di era sekarang, no, tidak boleh lagi, bahwa kita ingin memastikan bahwa BUMN itu bisa bersaing di pasar terbuka," ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Target 70% Penduduk RI Divaksin Meleset, Erick Thohir Ungkap 2 Penyebabnya

Pemegang saham pun mengungkapkan empat indikator transformasi yang terjadi di perusahaan negara. Salah satunya, meningkatkan kontribusi dividen, pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Erick memaparkan, implementasi program transformasi BUMN tidak semata-mata dilihat dari peleburan, restrukturisasi, hingga pembentukan klaster berdasarkan bisnis inti perusahaan. Namun, dilihat dari kontribusi BUMN terhadap negara dan perekonomian bangsa.

Menurut dia, paling tidak perseroan mampu meningkatkan kontribusinya dibandingkan tahun-tahun lalu. Selama 10 tahun terakhir, kontribusi BUMN mencapai Rp3.290 triliun yang terdiri dari setoran pajak, PNBP, dan dividen.

"BUMN-nya sendiri tadi dividen 20 perusahaan dari 108, dan sekarang dari 41 perusahaan (pemberian dividen) 20 perusahaan juga yang dividen," urainya.

Baca juga: Capai Rp32 Triliun, Perolehan Dana dari IPO Tahun Ini Terbesar Sejak 1977

Pemegang saham juga memastikan rantai pasok dan ekosistem perusahaan tetap terjaga agar bisa efisiensi dan sehat. Harapan ini menjadi indikator kedua, di mana BUMN bisa bersaing dalam iklim pasar yang terbuka.

Ketiga adalah Public Service Obligation (PSO) BUMN. Aspek ini terkait dengan pelayanan BUMN kepada masyarakat, pemegang saham menginginkan adanya efek positif kinerja perusahaan terhadap masyarakat luas.

Keempat, terkait dengan kepemimpinan di internal BUMN. Erick meminta agar manajemen tetap melanjutkan program transformasi yang sudah dilakukan manajemen sebelumnya. Penegasan ini disebabkan adanya program yang tidak berkelanjutan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Rekomendasi
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved