Temuan Investigasi: Pemimpin Bank Dunia Paksa Staf Katrol Peringkat China dan Arab Saudi

Sabtu, 18 September 2021 - 08:10 WIB
loading...
A A A
Pada Oktober 2017, penyelidikan menemukan bahwa pembantu Kim juga mengarahkan tim survei untuk mensimulasikan bagaimana skor akhir China dapat berubah jika data dari Taiwan dan Hong Kong dimasukkan ke dalam data negara yang ada. Laporan WilmerHale mengatakan bahwa para pemimpin tim Doing Business percaya bahwa kekhawatiran itu datang dari Presiden Kim secara langsung.

Georgieva, yang sekarang menjadi direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia secara mendasar tidak setuju dengan temuan dan interpretasi Investigasi Penyimpangan Data yang berkaitan dengan perannya dalam laporan Doing Business Bank Dunia 2018. Ia juga telah memberi pengarahan kepada Dewan Eksekutif IMF tentang masalah ini. Sedangkan Kim belum menanggapi email CNN yang meminta komentar.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut Dewan Eksekutif IMF telah meminta komite etika untuk meninjau penyelidikan WilmerHale. Komite etika kemudian akan melaporkan kembali ke dewan dengan penilaian mereka.

Selama konferensi pers hari Jumat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan: "Georgieva telah mengeluarkan pernyataan di situs resmi IMF. Saya akan merujuk Anda ke otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut. Kami juga telah mencatat bahwa Bank Dunia baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tentang penangguhan laporan Doing Business."

"Pemerintah Cina sangat mementingkan upaya Doing Business untuk meningkatkan lingkungan bisnis, yang terbukti bagi semua. Kami berharap Bank Dunia akan mengambil fakta sebagai dasar, aturan sebagai kriteria, mengikuti prinsip-prinsip profesional, objektif, adil dan transparan, guna melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap isu-isu yang relevan sesuai dengan prosedur tinjauan internal, untuk lebih menjaga profesionalisme dan kredibilitas laporan Doing Business dan kredibilitas Bank Dunia sendiri dan reputasi negara-negara anggotanya," ia menambahkan.

Investigasi WilmerHale juga menemukan kejanggalan terkait data Arab Saudi dalam laporan Doing Business 2020. Menurut penyelidikan itu pejabat pemerintah Saudi menyatakan ketidaksenangan atas peringkat negara mereka pada edisi 2019, terutama dengan kegagalan tim survei untuk mengenali apa yang dilihat para pejabat sebagai reformasi negara yang berhasil.

Baca Juga: Ini Kekayaan Presiden di Dunia, Putin Terkaya dengan Rp996 Triliun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Rekomendasi
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Fangfang Ungkap Vicky...
Fangfang Ungkap Vicky Prasetyo Sudah Akui Anak dalam Kandungannya
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved