alexametrics

Antisipasi Arus Balik, Kemenhub Perketat Penyekatan Wilayah Perbatasan

loading...
Antisipasi Arus Balik, Kemenhub Perketat Penyekatan Wilayah Perbatasan
Kemenhub memperketat penyekatan perbatasan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi lonjakan arus balik. Salah satu daerah yang menjadi fokus kordinasi adalah Kabupaten Banyumas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan bahwa kordinasi ini dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi lonjakan arus balik. Dalam kordinasi ini, kata Budi, hal yang difokuskan agar petugas memperketat penyekatan arus kendaraan diperbatasan.

"Saya kemarin mulai keliling dari Cirebon hingga Semarang untuk melakukan pemantauan jumlah kendaraan ke arah Jakarta. Jadi yang disampaikan menteri untuk Forkompimda yang bertugas untuk lebih tegas dan memperketat penyekatannya di daerah masing-masing terutama hari ini dan besok," kata Budi dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2020).



(Baca Juga: Filterisasi Lima Jalur, Polda Jateng Halau Pemudik lewat Jalan Tikus)

Dari hasil pantauannya tersebut disebutkan bahwa arah Semarang menuju Jakarta cukup landai dan tidak terjadi keramaian lalu lintas. "Yang saya lihat jumlah mobil itu sedikit sekali yang berhasil masuk ke tol. Jadi memang oleh Kepolisian, TNI, Perhubungan, dan Satpol PP harus benar-benar melakukan penyekatan. Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih banyak pada pihak-pihak di Banyumas maupun daerah lainnya," tambahnya.

Ia menambahkan, kunjungannya ke Banyumas dikarenakan daerah tersebut juga merupakan salah satu konsentrasi tujuan pemudik saat libur Idul Fitri. "Ada juga perhatian ke Banyumas dan Purbalingga, karena kalau di sini tidak disekat maka di Pejagan nanti akan membludak jumlahnya. Kalau di Pejagan jebol maka penjagaan terakhir di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 yang berbatasan langsung dengan Jakarta akan keteteran. Di KM 47 jumlah personil yang bertugas memang banyak tapi tidak ada artinya kalau terjadi antrian 2-3 km," jelas Budi.

Selain itu, menurutnya salah satu alasan untuk mengamankan kondisi Jakarta dari pemudik yang akan balik yakni karena Jakarta dipandang sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi.

"Kondisi Jakarta beberapa hari ini sudah membaik jadi semoga tidak ada lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 lagi sehingga kita harus mencegah kedatangan warga dari luar kota. Sehingga perlu bantuan untuk mengamankannya dari gubernur maupun bupati lainnya," kata dia.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top