Investor Ketakutan, Evergrande China Lewati Batas Waktu Bayar Bunga Obligasi
Sabtu, 25 September 2021 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Evergrande sendiri akan melakukan serangkaian pembayaran bunga obligasi lainnya dalam beberapa minggu mendatang. Berdasarkan perjanjian dengan investor, perusahaan memiliki masa tenggang 30 hari sebelum pembayaran yang terlewat pada obligasi senilai USD83,5 juta menjadi default.
Beberapa analis telah memperingatkan bahwa kegagalan pengembang properti terbesar kedua bisa berdampak besar pada ekonomi China, dan berpotensi menyebar ke sistem keuangan global.
Industri real estate merupakan komponen utama ekonomi China, terhitung kontribusinya hampir 30% dari produk domestik bruto, sehingga dampak apapun pada sektor ini kemungkinan akan memukul pertumbuhan ekonomi China yang sudah melambat.
Dan sementara ketika ada risiko besar bagi industri properti China dan ekonomi yang lebih luas, hanya sekitar USD20 miliar utang Evergrande yang dipegang oleh investor asing. Namun, risiko di dalam negeri cukup besar karena risiko terhadap sektor properti China, penyimpan kekayaan yang sangat besar.
"Penjualan dan investasi perumahan pasti bisa melambat lebih jauh- ini akan menjatuhkan hampir 1 poin persentase dari pertumbuhan PDB," kata analis di Societe Generale dalam sebuah catatan.
"Semakin lama pembuat kebijakan menunggu sebelum bertindak, semakin tinggi risiko hard-landing."
Beberapa analis telah memperingatkan bahwa kegagalan pengembang properti terbesar kedua bisa berdampak besar pada ekonomi China, dan berpotensi menyebar ke sistem keuangan global.
Industri real estate merupakan komponen utama ekonomi China, terhitung kontribusinya hampir 30% dari produk domestik bruto, sehingga dampak apapun pada sektor ini kemungkinan akan memukul pertumbuhan ekonomi China yang sudah melambat.
Dan sementara ketika ada risiko besar bagi industri properti China dan ekonomi yang lebih luas, hanya sekitar USD20 miliar utang Evergrande yang dipegang oleh investor asing. Namun, risiko di dalam negeri cukup besar karena risiko terhadap sektor properti China, penyimpan kekayaan yang sangat besar.
"Penjualan dan investasi perumahan pasti bisa melambat lebih jauh- ini akan menjatuhkan hampir 1 poin persentase dari pertumbuhan PDB," kata analis di Societe Generale dalam sebuah catatan.
"Semakin lama pembuat kebijakan menunggu sebelum bertindak, semakin tinggi risiko hard-landing."
Lihat Juga :