Tekan Wisatawan Lokal Ziarah ke Luar Negeri, Sandiaga Genjot Wisata Halal

loading...
Tekan Wisatawan Lokal Ziarah ke Luar Negeri, Sandiaga Genjot Wisata Halal
Lombok merupakan salah satu destinasi wisata halal Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terus menggenjot wisata halal Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki penduduk dengan mayoritas muslim yang berpeluang besar untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui wisata halal.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Menteri ini, pariwisata halal banyak diminati oleh wisatawan Nusantara. Sebab, pada realitasnya, banyak ditemui wisatawan lokal yang pergi berwisata ke negeri orang untuk berwisata religi. Itulah yang menjadi dasar Sandi fokus pada pengembangan wisata halal di Tanah Air.

Baca juga: Ini 5 Jurus Menteri Sandiaga Pulihkan Sektor Parekraf

“Yang menjadi potensi terbesar dari pariwisata halal ini adalah wisatawan Nusantara. Dan wisatawan Nusantara ini yang terbiasa berwisata di luar negeri untuk berwisata religi maupun berwisata yang konsepnya muslim friendly tourism. Dikarenakan pandemi tidak memiliki banyak pilihan, dan ini yang harus kita fokuskan,” ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (27/9/2021).




Ia mengatakan beberapa provinsi di Indonesia sudah ada yang mengambil posisi kepemimpinan sebagai pariwisata halal. Tentunya, hal ini menjadi langkah yang baik untuk mendorong provinsi lain dalam mengembangkan wisata halal. keuntungan dari program ini tak jauh untuk meningkatkan ekonomi kreatif setiap daerah.

“Beberapa provinsi sudah mengambil posisi kepemimpinan di pariwisata halal ini. Di antaranya Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, dan NTB yang tentunya pernah menjadi destinasi terbaik halal dunia,” sebutnya.

Kabar baiknya, kata Sandi, saat ini sudah ada beberapa provinsi yang mengajukan daerahnya untuk dijadikan wisata halal. Seperti, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan beberapa provinsi lain yang memiliki konsep secara holistik.

Baginya, hal tersebut merupakan salah satu titik terang untuk mengembangkan pariwisata halal ke depan. Di samping itu, selama proses pengembangan pariwisata halal, ia mengaku bahwa pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti.

Baca juga: Ancaman Mengerikan dari Perbuatan Naminah

Hanya saja dari sisi pemahaman antara seluruh pemangku kepentingan tentang pariwisata halal ini, belum terbentuk satu frekuensi. Oleh karena itu, pihaknya tak henti dalam menyosialisasikan dan memberikan edukasi supaya program baiknya dapat diterima dan didukung oleh para pemangku kepentingan.



“Kita harapkan, wisata halal ini menjadi salah satu peluang wisata minat khusus di tengah pandemi dan pasca-pandemi nanti,” tandasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top