Jokowi Batal Lepasliarkan Elang Brontok di Bukit Menoreh
Selasa, 28 September 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
"Penyelenggaraan program UPSA disini selain untuk rehabilitasi hutan dan lahan juga untuk peningkatan ekonomi produktif masyarakat berbasis ekosistem hutan," ujar Alue.
Baca Juga: 30 Kukang Jawa Dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Lokasi sekitar Desa Giri Tengah tempat pelaksanaan kegiatan pelepasliaran elang Brontok dan Rehabilitasi hutan dan lahan dengan metode UPSA, merupakan salah satu kawasan yang menjadi calon lokasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Perbukitan Menoreh. Rehabilitasi DAS di sini diprioritaskan untuk meningkatkan tutupan hutan, membangun menara air alami, dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk hutan kayu/nonkayu dan jasa lingkungan, serta ekowisata.
"Bibit yang kita tanam disini salah satunya jenis Alpukat Aligator yang buahnya besar, bijinya kecil sehingga sangat produktif untuk hasilnya, kita harapkan pohonnya dapat dipelihara dengan baik hingga berbuah dan buahnya dapat menambah penghasilan warga di desa ini, sejalan dengan tetap terjaganya lingkungan karena tutupan hutannya tetap baik," jelas Wamen lagi.
Tampak hadir mendampingi Wakil Menteri LHK dalam acara tersebut, Direktur Konservasi Tanah dan Air KLHK, Direktur Kesatuan Hutan Produksi KLHK, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa), Kepala BKSDA Yogyakarta, Kepala BPDAS Pamali Jratun, dan tim BKSDA Jawa Tengah serta Perangkat Pemda dan Desa terkait
Baca Juga: 30 Kukang Jawa Dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Lokasi sekitar Desa Giri Tengah tempat pelaksanaan kegiatan pelepasliaran elang Brontok dan Rehabilitasi hutan dan lahan dengan metode UPSA, merupakan salah satu kawasan yang menjadi calon lokasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Perbukitan Menoreh. Rehabilitasi DAS di sini diprioritaskan untuk meningkatkan tutupan hutan, membangun menara air alami, dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk hutan kayu/nonkayu dan jasa lingkungan, serta ekowisata.
"Bibit yang kita tanam disini salah satunya jenis Alpukat Aligator yang buahnya besar, bijinya kecil sehingga sangat produktif untuk hasilnya, kita harapkan pohonnya dapat dipelihara dengan baik hingga berbuah dan buahnya dapat menambah penghasilan warga di desa ini, sejalan dengan tetap terjaganya lingkungan karena tutupan hutannya tetap baik," jelas Wamen lagi.
Tampak hadir mendampingi Wakil Menteri LHK dalam acara tersebut, Direktur Konservasi Tanah dan Air KLHK, Direktur Kesatuan Hutan Produksi KLHK, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa), Kepala BKSDA Yogyakarta, Kepala BPDAS Pamali Jratun, dan tim BKSDA Jawa Tengah serta Perangkat Pemda dan Desa terkait
(nng)
Lihat Juga :