Sistem Perbankan Afghanistan Hampir Runtuh Bikin Taliban Tertekan

Selasa, 28 September 2021 - 21:35 WIB
loading...
Sistem Perbankan Afghanistan...
Taliban kini berada di bawah tekanan untuk memperbaiki masalah ekonomi Afghanistan. Inflasi melonjak, nilai mata uang negara itu anjlok, Bahkan sistem perbankan Afghanistan disebutkan hampir runtuh. Foto/Dok
A A A
KABUL - Taliban kini berada di bawah tekanan untuk memperbaiki masalah ekonomi Afghanistan , usai mengambil alih kekuasaan. Inflasi melonjak, nilai mata uang negara itu anjlok dan banyak orang putus asa karena kehilangan pekerjaan serta kekurangan uang tunai.

Bahkan sistem perbankan Afghanistan disebutkan hampir runtuh, kata bos salah satu bank pemberi pinjaman terbesar di negara itu kepada BBC. Tidak hanya itu, Program Pangan Dunia PBB telah memperingatkan, bahwa hanya 5% rumah tangga di Afghanistan yang memiliki cukup makanan setiap hari.

Baca Juga: Taliban Berkuasa, Bos Bank Afghanistan Bilang Semua Sektor Hampir Runtuh

Setengah dari mereka yang disurvei mengatakan, telah kehabisan makanan sama sekali setidaknya sekali dalam dua minggu terakhir. Jadi mengakses dana internasional dan bantuan asing adalah kunci untuk kelangsungan hidup Afghanistan.

Tetapi negara-negara seperti AS mengatakan, tengah mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Taliban -itu akan tergantung pada beberapa pra kondisi- termasuk perlakuan rezim terhadap perempuan dan minoritas.

Kepala Eksekutif Bank Islam Afghanistan, Syed Moosa Kaleem Al-Falahi menegaskan, bahwa meskipun ada pernyataan dari Taliban bahwa perempuan tidak diizinkan bekerja untuk "sementara waktu", perempuan di banknya sudah kembali bekerja.

"Ada semacam... ketakutan di antara para wanita, sehingga membuat mereka tidak datang ke kantor. Tetapi sekarang secara bertahap, mereka mulai datang ke kantor," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
MotionBank Aplikasi...
MotionBank Aplikasi Perbankan Digital Bikin Transaksi Lebih Praktis
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, KB Bank dan PT Lucky Mom Indonesia Kolaborasi Pembiayaan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Rekomendasi
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Berita Terkini
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved