Krisis Energi, Inggris Kerahkan Tentara Jadi Sopir Truk BBM
Minggu, 03 Oktober 2021 - 07:38 WIB
loading...
Tentara dikerahkan untuk mengatasi krisis energi di Inggris. Foto/USmail
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Inggris bakal mengerahkan tentara untuk menjadi sopir truk tangki bahan bakar sementara menyusul krisis energi di sebagian besar wilayah Britania Raya. Langkah itu dimulai pada Senin depan (4/10/2021) lantaran penurunan drastis pekerjaan sebagai sopir truk akibat pandemi Covid-19.
Setelah melalui proses pelatihan, sekitar 200 personel militer disiapkan pemerintah untuk memulai pengiriman bahan bakar ke berbagai spot pengisian.
Baca juga: Preview Liga Inggris, Liverpool vs Manchester City: Berebut Puncak Klasemen
Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa situasi dan kondisi persediaan bahan bakar perlahan sudah mulai membaik.
"Sepertinya situasi mulai stabli, meskipun belum sepenuhnya berakhir. Inilah yang menjadi alasan tentara diminta untuk membantu," katanya kepada BBC, Sabtu (3/10/2021).
Untuk diketahui, data terbaru Asosiasi Pengecer Bensin (PRA) pada Sabtu (2/10/2021) menunjukkan bahwa sekitar 16% dari 1.000 lebih lokasi pengisian bahan bakar masih tidak beroperasi akibat kekurangan persediaan.
Namun, persentase tersebut sudah membaik dibandingkan Jumat lalu sebesar 27%.
Setelah melalui proses pelatihan, sekitar 200 personel militer disiapkan pemerintah untuk memulai pengiriman bahan bakar ke berbagai spot pengisian.
Baca juga: Preview Liga Inggris, Liverpool vs Manchester City: Berebut Puncak Klasemen
Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan bahwa situasi dan kondisi persediaan bahan bakar perlahan sudah mulai membaik.
"Sepertinya situasi mulai stabli, meskipun belum sepenuhnya berakhir. Inilah yang menjadi alasan tentara diminta untuk membantu," katanya kepada BBC, Sabtu (3/10/2021).
Untuk diketahui, data terbaru Asosiasi Pengecer Bensin (PRA) pada Sabtu (2/10/2021) menunjukkan bahwa sekitar 16% dari 1.000 lebih lokasi pengisian bahan bakar masih tidak beroperasi akibat kekurangan persediaan.
Namun, persentase tersebut sudah membaik dibandingkan Jumat lalu sebesar 27%.
Lihat Juga :