PGE Siap Tambah Kapasitas Pembangkit Jadi 1.500 MW di 2030

Rabu, 06 Oktober 2021 - 14:58 WIB
loading...
PGE Siap Tambah Kapasitas...
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Subarkah Yuniarto dalam webinar d Jakarta, Rabu (6/10/2021). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy ( PGE ), bagian dari Sub Holding Power New Renewable Energy Pertamina, mengejar target untuk bertranformasi menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia pada 2030. Untuk itu, perusahaan menargetkan penambahan kapasitas pembangkit dari saat ini 672 MW menjadi 1.500 MW di 2030.

Direktur Utama PGE Ahmad Subarkah Yuniarto menambahkan, perusahaan juga berupaya menjadi pemain global dengan pendapatan mencapai USD1 miliar pada 2030. "Kami ingin berkembang dan melakukan diversifikasi beyond geothermal energy dan mempunyai environment impact yang signifikan. Pada 2030 diharapkan kami bisa partisipasi dalam penurunan emisi lebih dari 8 juta ton per tahun," ungkap Ahmad di webinar bertajuk "Masa Depan Industri Panas Bumi di Tengah Glorifikasi Pengembangan EBT", Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Potensi Jumbo, Holding Panas Bumi RI Bisa Jadi yang Terbesar di Dunia

Ahmad menambahkan, pengembangan energi panas bumi berperan penting untuk mencapai target dekarbonisasi dan mencapai net zero emission pada 2060. "Kami yakin panas bumi bisa jadi game changer dalam transisi energi dan upaya percepatan transisi energi," tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Eka Satria Djalins menyebutkan bahwa potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia bisa menjadi tulang punggung penyediaan energi nasional di masa depan. Namun, kata dia, meski potensi panas bumi Indonesia sangat besar, realisasi pengembangannya berupa Wilayah Kerja Panas Bumi yang sudah berproduksi masih sedikit. "Untuk itu, semua stakeholder harus terlibat untuk menjawab dan menyelesaikan isu-isu yang ada dalam pengembangan panas bumi di Indonesia," tandasnya.

Guna mendorong pengembangan energi panas bumi, menurutnya ada 3 hal yang harus disiapkan, yakni kebijakan yang mendorong pertumbuhan perkembangan energi. Kemudian, teknologi yang tepat guna, efisien, dan bisa menghasilkan energi yang efisien. "Ketiga, kita harus melihat geothermal tidak hanya dari sisi produksi, namun juga beyond electricity," tuturnya.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki F Ibrahim menambahkan, pengembangan energi panas bumi nasional harus dimulai saat ini untuk mencapai visi Indoneisa 2045. "Kalau tidak sekarang dilakukan, akan terlambat. Ini tidak mudah, sama beratnya dengan pandemi Covid-19. Isu climate change juga tantangannya," kata dia.

Riki mengapresiasi pemerintah yang telah banyak memberikan insentif guna mengurangi ketidakpastian di bisnis dari panas bumi. Di bagian lain, jelas dia, pengembangan panas bumi yang relatif mahal juga membutuhkan pengembang yang serius dan memiliki komitmen kuat.

Baca Juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki

Sementara, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Priyandaru Effendi mengatakan bahwa harus ada percepatan pengembangan panas bumi untuk mendukung pencapaian target net zero emission. "Panas bumi bisa berkontribusi besar, tapi harus ada extraordiary effort," tegasnya.

Direktur Panas Bumi Direktorat EBTKE Kementerian ESDM Harris Yahya mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi panas bumi terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi tersebut.

Harris mengatakan, pembangkit panas bumi hingga 2035 ditargetkan bertambah 3.335 MW. Hal itu, imbuh dia, bisa dicapai jika ada sinergi dan upaya bersama dari semua pihak. "Regulasi sudah sangat lengkap, sudah identifikasi tantangan spesifik untuk panas bumi dan strateginya. Keterlibatan stakeholder sangat penting. Kami harap kita satu visi terkait hal ini," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Rekomendasi
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Berita Terkini
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved