Inflasi Mei Rendah 0,07%, Ekonom: Daya Beli Kurang

Selasa, 02 Juni 2020 - 16:09 WIB
loading...
Inflasi Mei Rendah 0,07%,...
Penjualan pakaian di musim lebaran tahun ini menurun dan sepi dari pembeli karena imbas penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Foto/Dok SINDOphoto/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai inflasi yang rendah di bulan Mei 2020 disebabkan indikator sisi permintaan mengalami penurunan tajam.

Adapun inflasi bulan Mei menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hanya 0,07%. Hal ini bukan disebabkan harga pokok stabil, tapi karena pembeli berkurang.

"Buktinya Komponen volatile food atau barang yang bergejolak misalnya deflasi -0,05% padahal ada momentum ramadan dan lebaran," kata Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (2/6/2020). (Baca : Idul Fitri Tak Biasa, Inflasi Mei 2020 Hanya 0,07% )

Dia melanjutkan, anomali yang tercipta karena adanya pandemi dan pelarangan mudik. Inflasi yang rendah terjadi pada komponen pakaian jadi dan alas kaki, yang mana tidak wajar apabila momen lebaran harga pakaian jadi hanya naik 0,09%.

"Faktor utama rendahnya permintaan bisa ditelusuri dari prilaku simpanan masyarakat. Kelas atas cenderung menyimpan uangnya di bank," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Rekomendasi
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Berita Terkini
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved