PPN Naik Jadi 11%, Awas Berisiko Menahan Laju Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Dengan penetapan kenaikan tarif PPN ini, Bhima bilang, pengusaha sudah mulai ancang-ancang, yang tadinya ingin ekspansi jadi berpikir ulang soal kondisi permintaan barang di 2022. Apakah harga barang perlu diturunkan menimbang kenaikan PPN? Apakah stok barang yang ada di gudang sekarang bisa laku terjual dengan harga yang lebih mahal di level konsumen akhir?
“Situasinya jelas mencekik pelaku usaha dari produsen sampai distributor,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, kenaikan tarif PPN memberikan ketidakpastian yang tinggi. Sementara inflasi diperkirakan bisa 4,5% pada 2022 dengan adanya kenaikan tarif pajak.
Menurutnya, demand pull inflation ditambah tax rate akan menjadi tantangan besar bagi pemulihan konsumsi rumah tangga. Baca Juga: DPR Setujui RUU HPP jadi Undang-undang, Tarif PPN Dipastikan Naik
“Aneh ya, ini terjadi ketika justru di banyak negara selama pandemi dan pemulihan ekonomi justru tarif PPN-nya diturunkan sebagai stimulus terhadap konsumsi rumah tangga domestik,” tutur Bhima.
“Situasinya jelas mencekik pelaku usaha dari produsen sampai distributor,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, kenaikan tarif PPN memberikan ketidakpastian yang tinggi. Sementara inflasi diperkirakan bisa 4,5% pada 2022 dengan adanya kenaikan tarif pajak.
Menurutnya, demand pull inflation ditambah tax rate akan menjadi tantangan besar bagi pemulihan konsumsi rumah tangga. Baca Juga: DPR Setujui RUU HPP jadi Undang-undang, Tarif PPN Dipastikan Naik
“Aneh ya, ini terjadi ketika justru di banyak negara selama pandemi dan pemulihan ekonomi justru tarif PPN-nya diturunkan sebagai stimulus terhadap konsumsi rumah tangga domestik,” tutur Bhima.
Lihat Juga :