PLN Fokus Percepat Pengembangan Pembangkit EBT di Sulawesi Tengah
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 15:26 WIB
loading...
Rombongan PLN bersama DPR RI saat peninjauan lapangan ke PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Foto: Istimewa
A
A
A
POSO - PT PLN (Persero) tengah fokus melakukan percepatan pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hal itu diungkapkan Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto saat melakukan peninjauan lapangan ke PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada 1 Oktober 2021. Kunjungan itu sebagai rangkaian kegiatan pendampingan kunjungan kerja spesifik bersama Komisi VII DPR RI.
Baca juga:Luar Biasa, Produk Sertifikat Tanah Melonjak Capai 10 Juta per Tahun
"Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru sudah disahkan oleh pemerintah dan sekarang sedang dalam tahapan sosialisasi. RUPTL yang baru ini kita sebut Green RUPTL, karena 51,9% pembangkit baru merupakan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini PLN tengah fokus guna mempercepat pembangunan pembangkit EBT untuk memenuhi target sebesar 25% yang harus dicapai tahun 2023," ungkap Wiluyo.
Dia menambahkan, pembangunan PLTA Poso Peaker bermanfaat karena saat ini banyak industri smelter yang masuk ke Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.
Baca juga:Produsen Listrik Swasta Sambut Positif RUPTL PLN 2021-2030
"Diharapkan dengan beroperasinya PLTA Poso Peaker khususnya PLTA Poso Extension Stage 1-2 maka evakuasi daya dapat disalurkan ke industri-industri smelter yang masuk ke Sulawesi Tengah sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang sudah dilakukan sebelumnya," jelas Wiluyo.
Hal itu diungkapkan Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto saat melakukan peninjauan lapangan ke PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada 1 Oktober 2021. Kunjungan itu sebagai rangkaian kegiatan pendampingan kunjungan kerja spesifik bersama Komisi VII DPR RI.
Baca juga:Luar Biasa, Produk Sertifikat Tanah Melonjak Capai 10 Juta per Tahun
"Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru sudah disahkan oleh pemerintah dan sekarang sedang dalam tahapan sosialisasi. RUPTL yang baru ini kita sebut Green RUPTL, karena 51,9% pembangkit baru merupakan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini PLN tengah fokus guna mempercepat pembangunan pembangkit EBT untuk memenuhi target sebesar 25% yang harus dicapai tahun 2023," ungkap Wiluyo.
Dia menambahkan, pembangunan PLTA Poso Peaker bermanfaat karena saat ini banyak industri smelter yang masuk ke Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.
Baca juga:Produsen Listrik Swasta Sambut Positif RUPTL PLN 2021-2030
"Diharapkan dengan beroperasinya PLTA Poso Peaker khususnya PLTA Poso Extension Stage 1-2 maka evakuasi daya dapat disalurkan ke industri-industri smelter yang masuk ke Sulawesi Tengah sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang sudah dilakukan sebelumnya," jelas Wiluyo.
Lihat Juga :