Krisis Listrik Hantam China hingga Eropa, Transisi Energi Tak Perlu Buru-buru
Senin, 11 Oktober 2021 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, porsi gas dalam bauran energi Indonesia diproyeksikan meningkat dari 22,4 % pada 2025 menjadi 24 % pada 2050. Volume konsumsi gas diproyeksikan meningkat sekitar 171% dari 1,76 BOEPD pada 2025 menjadi 4,79 BOEPD pada 2050. Dengan demikian total konsumsi minyak dan gas bumi Indonesia akan meningkat sekitar 137 %, meningkat dari 3,95 BOEPD pada 2025 menjadi 9,40 BOEPD pada 2050.
Selain memiliki peran penting dalam bauran energi, sektor minyak dan gas bumi juga memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Data Input-Output (IO) Indonesia menunjukkan bahwa dari sekitar 185 sektor ekonomi di Indonesia, sekitar 150 sektor ekonomi diantaranya memiliki keterkaitan (linkage) dengan sektor migas. Sektor hulu migas juga memiliki peran penting dalam realisasi invesatasi di Indonesia. Data menunjukkan, rata-rata realisasi investasi hulu migas selama periode 2015-2020 sekitar 27% terhadap total realisasi investasi seluruh sektor ekonomi di Indonesia.
Baca Juga: Sumber Penghasilan Mohammed bin Salman, dari Minyak hingga Investasi
Berdasarkan data tersebut pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebijakan pengelolaan dan pengusahaan pada industri hulu migas. Hal tersebut mengingat bahwa berdasarkan kondisi eksisting dan proyeksi pemerintah untuk tahun 2050, cukup jelas bahwa transisi energi tidak akan mengurangi peran penting migas dalam bauran energi Indonesia. "Hal tersebut tercermin dari konsumsi migas Indonesia pada 2050 yang diproyeksikan masih akan sekitar 9,40 BOEPD," tutur Komaidi.
Hal senada juga dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan pada Kementerian Koordinator Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan. Ia mengatakan bahwa peran energi fosil masih dibutuhkan secara jangka panjang untuk mendukung perekonomian. "Seperti halnya industri hulu migas untuk mendorong penggunaan produk di dalam negeri," kata dia.
Selain memiliki peran penting dalam bauran energi, sektor minyak dan gas bumi juga memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Indonesia. Data Input-Output (IO) Indonesia menunjukkan bahwa dari sekitar 185 sektor ekonomi di Indonesia, sekitar 150 sektor ekonomi diantaranya memiliki keterkaitan (linkage) dengan sektor migas. Sektor hulu migas juga memiliki peran penting dalam realisasi invesatasi di Indonesia. Data menunjukkan, rata-rata realisasi investasi hulu migas selama periode 2015-2020 sekitar 27% terhadap total realisasi investasi seluruh sektor ekonomi di Indonesia.
Baca Juga: Sumber Penghasilan Mohammed bin Salman, dari Minyak hingga Investasi
Berdasarkan data tersebut pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap kebijakan pengelolaan dan pengusahaan pada industri hulu migas. Hal tersebut mengingat bahwa berdasarkan kondisi eksisting dan proyeksi pemerintah untuk tahun 2050, cukup jelas bahwa transisi energi tidak akan mengurangi peran penting migas dalam bauran energi Indonesia. "Hal tersebut tercermin dari konsumsi migas Indonesia pada 2050 yang diproyeksikan masih akan sekitar 9,40 BOEPD," tutur Komaidi.
Hal senada juga dikatakan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan pada Kementerian Koordinator Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan. Ia mengatakan bahwa peran energi fosil masih dibutuhkan secara jangka panjang untuk mendukung perekonomian. "Seperti halnya industri hulu migas untuk mendorong penggunaan produk di dalam negeri," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :