Saran Ahli Agar Krisis Energi Dunia Tak Merembet ke Indonesia
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam kebijakan energi kita, baik dalam KEN maupun RUEN juga sudah ada. Paling penting sekarang bagaimana menerjemahkan prinsip-prinsip itu di dalam perencanaan transisi energi Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, indeks ketahanan energi Indonesia saat ini berkisar 6,57 atau masuk kategori tahan.
Baca juga: Intip Penghasilan 5 Perempuan Paling Berpengaruh, Setahun Ada yang Dapat Rp187 Miliar
Indeks ketahanan energi diukur dari aspek keterjangkauan harga, ketersediaan energi, kemampuan akses, dan ramah lingkungan. "Indeks ketahanan energi kita dari 4 variabel itu ada di angka 6,57 di kategori tahan dari tingkat tertinggi sangat tahan di angka 8," urainya.
Menurut Djoko, cadangan minyak nasional saat ini mampu memenuhi kebutuhan domestik selama 20-25 hari. Sementara gas dan batu bara diekspor karena kebutuhan domestik yang telah terpenuhi. Meski begitu, Indonesia tetap harus mengantisipasi impor energi fosil, yakni minyak bumi yang akan berdampak pada subsidi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, indeks ketahanan energi Indonesia saat ini berkisar 6,57 atau masuk kategori tahan.
Baca juga: Intip Penghasilan 5 Perempuan Paling Berpengaruh, Setahun Ada yang Dapat Rp187 Miliar
Indeks ketahanan energi diukur dari aspek keterjangkauan harga, ketersediaan energi, kemampuan akses, dan ramah lingkungan. "Indeks ketahanan energi kita dari 4 variabel itu ada di angka 6,57 di kategori tahan dari tingkat tertinggi sangat tahan di angka 8," urainya.
Menurut Djoko, cadangan minyak nasional saat ini mampu memenuhi kebutuhan domestik selama 20-25 hari. Sementara gas dan batu bara diekspor karena kebutuhan domestik yang telah terpenuhi. Meski begitu, Indonesia tetap harus mengantisipasi impor energi fosil, yakni minyak bumi yang akan berdampak pada subsidi.
(ind)
Lihat Juga :