Anggaran Capai Rp1.500 Triliun, Tapi Pengentasan Kemiskinan Belum Merata
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:49 WIB
loading...
Anggaran mencapai Rp1.500 triliun tapi pengentasan kemiskinan belum hadir secara merata bagi masyarakat miskin. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyoroti soal belum meratanya program pengentasan kemiskinan bagi masyarakat miskin. Pihaknya meminta agar program penanggulangan kemiskinan terus dioptimalkan.
"Konvergensi program penanggulangan kemiskinan ekstrem di kementerian/lembaga dan daerah segera dikonvergensikan," tutur Kiai Maruf seperti dikutip melalui pernyataan resmi, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: Wapres Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Dipercepat
Konvergensi yang dimaksudkan ialah upaya untuk memastikan agar seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem mulai dari tahap perencanaan, penentuan alokasi anggaran, penetapan sasaran dan pelaksanaan program tertuju pada satu titik atau lokus yang sama, baik itu secara wilayah maupun target masyarakat yang berhak. Dia juga mengungkapkan bahwa anggaran untuk mendukung berbagai program penanggulangan kemiskinan jumlahnya cukup besar yakni mencapai lebih dari Rp.500 triliun. "Tantangan utamanya adalah memastikan program sampai kepada masyarakat miskin ekstrem," kata dia.
Seperti di Maluku terdapat lima kabupaten yang merupakan kantong-kantong kemiskinan ekstrem yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.
"Tantangan terbesaradalah bagaimana memastikan seluruh program baik program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat diterima oleh rumah tangga miskin ekstrem yang ada di lima wilayah kabupaten prioritas tersebut," tandasnya.
Ia pun mengapresiasi program-program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem. Diantaranya Rumah Basudara Sejahtera dan Manggurebe Bangun Desa.
"Konvergensi program penanggulangan kemiskinan ekstrem di kementerian/lembaga dan daerah segera dikonvergensikan," tutur Kiai Maruf seperti dikutip melalui pernyataan resmi, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga: Wapres Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Dipercepat
Konvergensi yang dimaksudkan ialah upaya untuk memastikan agar seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem mulai dari tahap perencanaan, penentuan alokasi anggaran, penetapan sasaran dan pelaksanaan program tertuju pada satu titik atau lokus yang sama, baik itu secara wilayah maupun target masyarakat yang berhak. Dia juga mengungkapkan bahwa anggaran untuk mendukung berbagai program penanggulangan kemiskinan jumlahnya cukup besar yakni mencapai lebih dari Rp.500 triliun. "Tantangan utamanya adalah memastikan program sampai kepada masyarakat miskin ekstrem," kata dia.
Seperti di Maluku terdapat lima kabupaten yang merupakan kantong-kantong kemiskinan ekstrem yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.
"Tantangan terbesaradalah bagaimana memastikan seluruh program baik program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat diterima oleh rumah tangga miskin ekstrem yang ada di lima wilayah kabupaten prioritas tersebut," tandasnya.
Ia pun mengapresiasi program-program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem. Diantaranya Rumah Basudara Sejahtera dan Manggurebe Bangun Desa.
Lihat Juga :