Dituduh Biang Kerok Krisis Energi Eropa, Begini Bantahan Putin

Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Komisi Eropa menguraikan langkah mengurai krisis listrik. Sebanyak 27 negara Uni Eropa akan mengambil langkah untuk memerangi krisis energi, termasuk menjajaki opsi gotong royong melakukan impor gas.

Meski begitu opsi itu bersifat sementara. Ke depan gas tidak lagi digunakan untuk memasok kebutuhan listrik tetap digantikan dengan energi terbarukan. "Ini adalah tujuan jangka panjang Uni Eropa, untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan energi terbarukan."kata kepala kebijakan energi UE Kadri Simson.

Sebagai informasi, meningkatnya permintaan energi telah mendorong tidak hanya kenaikan harga gas tapi juga minyak hingga batu bara sehingga memicu tekanan inflasi dan menghentikan rencana pengurangan emisi karbon untuk memerangi pemanasan global. Komisi Eropa memperkirakan harga akan tetap tinggi hingga April 2022.

Baca Juga: Pandora Papers: Wanita Simpanan Putin Miliki Kekayaan Rahasia Rp1,4 Triliun

Krisis energi membuat IEA angkat bicara menyerukan agar dunia menginvestasikan USD4 triliun atau meningkat tiga kali lipat pada 2030 untuk mempercepat implementasi energi terbarukan. Investasi tersebut untuk mencapai emisi nol bersih karbon dan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius pada tahun 2050, target kesepakatan iklim Paris tahun 2015.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rekomendasi
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved