Kemendag Potong Rantai Distibusi, Harga Bapok Diyakini Terkendali
Rabu, 22 April 2020 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
"Harga akan cukup stabil. Demikian juga produk-produk hasil pertanian lokal. Dengan pemanfaatan jaringan online, rantai distribusi justru relatif terpangkas dan mendorong harga Lebih rendah," ucapnya.
Yang paling dikhawatirkan terganggu pasokannya menurut dia adalah daging karena produksi dalam negeri tidak mencukupi, sementara impor tidak mudah dilakukan di tengah kondisi lockdown negara-negara asal impor. Namun ia optimis, pemerintah akan tetap mampu memenuhi kebutuhan daging menjelang Ramadhan dengan harga terjangkau.
"Semua faktor terkait supply dan demand barang-barang pangan terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran ini saya kira sangat dipahami oleh pemerintah. Tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadi lonjakan inflasi," tegasnya.
Di bagian lain, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan pemerintah terus menjaga pasokan sekaligus menyetabilkan harga bahan pokok. Untuk memenuhi stok bawang misalnya, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Melalui beleid izin impor komoditas bawang putih dan bawang bombai dipermudah. Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan juga dinas-dinas terkait di seluruh kota Indonesia untuk memastikan pasokan maupun stabilisasi harga.
Agus memastikan, stok beras secara nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020 dipastikan aman dan tidak akan mempengaruhi inflasi nasional. Stok beras nasional untuk menghadapi puasa dan Lebaran saat ini tersedia sebanyak 3,38 juta ton. Beras di Perum Bulog tersedia stoknya sebesar 1,42 juta ton, stok di penggilingan 1,2 juta ton, stok di pedagang 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 28.431 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP sebesar 2.939 ton.
Yang paling dikhawatirkan terganggu pasokannya menurut dia adalah daging karena produksi dalam negeri tidak mencukupi, sementara impor tidak mudah dilakukan di tengah kondisi lockdown negara-negara asal impor. Namun ia optimis, pemerintah akan tetap mampu memenuhi kebutuhan daging menjelang Ramadhan dengan harga terjangkau.
"Semua faktor terkait supply dan demand barang-barang pangan terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran ini saya kira sangat dipahami oleh pemerintah. Tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadi lonjakan inflasi," tegasnya.
Di bagian lain, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memastikan pemerintah terus menjaga pasokan sekaligus menyetabilkan harga bahan pokok. Untuk memenuhi stok bawang misalnya, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Melalui beleid izin impor komoditas bawang putih dan bawang bombai dipermudah. Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan juga dinas-dinas terkait di seluruh kota Indonesia untuk memastikan pasokan maupun stabilisasi harga.
Agus memastikan, stok beras secara nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2020 dipastikan aman dan tidak akan mempengaruhi inflasi nasional. Stok beras nasional untuk menghadapi puasa dan Lebaran saat ini tersedia sebanyak 3,38 juta ton. Beras di Perum Bulog tersedia stoknya sebesar 1,42 juta ton, stok di penggilingan 1,2 juta ton, stok di pedagang 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 28.431 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP sebesar 2.939 ton.
Lihat Juga :