Terapkan EBT, Erick Thohir Minta PLN dan Pertamina Belajar dari AS hingga China

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 17:16 WIB
loading...
Terapkan EBT, Erick...
Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan energi pelat merah seperti PLN hingga Pertamina harus belajar dengan penerapan energi baru terbarukan (EBT) di negara-negara besar di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah di sektor energi seperti PLN hingga Pertamina harus belajar dengan penerapan energi baru terbarukan (EBT) di negara-negara besar di dunia. Meski sejumlah negara adidaya seperti Jepang, China, Inggris, hingga Amerika Serikat mengalami permasalahan EBT, namun persoalan itu justru dinilai menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Baca Juga: Transisi Energi Tak Mengurangi Peran Penting Industri Hulu Migas

Seperti diketahui Renewable energy atau EBT tengah di genjot pemerintah untuk mengimplementasikan net zero emission pada 2060 mendatang. BUMN di sektor energi dan kelistrikan pun dituntut ambil peran besar.

Khususnya, isu perubahan iklim yang menjadi konsentrasi pemerintahan di sejumlah negara. Erick Thohir mencatat, langkah benchmarking atau perbandingan penting dilakukan untuk melihat transisi energi di dalam negeri.

"Kalau kita lihat juga banyak negara besar, apakah Jepang, China, Inggris, AS, kemarin membuat statement mereka juga kesulitan. Kalau mereka juga kesulitan penting sekali kita mempelajari isu-isu benchmarking supaya kita juga transisi daripada renewable energy-nya tepat," ungkap Erick, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Krisis Listrik Hantam China hingga Eropa, Transisi Energi Tak Perlu Buru-buru

Dia lain sisi, dia mengingat agar program EBT tidak hanya sebatas wacana saja dan harus diimplementasikan. Meski begitu, BUMN tidak bisa bekerja secara mandiri, namun menggandeng sejumlah pihak sebagai mitra kerja, termasuk masyarakat.

Erick Thohir juga menegaskan, net zero emission bisa menjadi sebuah gaya hidup ke depannya. Dimana, sebuah pola hidup yang mengedepankan pembangunan dan lingkungan (eko lifestyle).

"Eko lifestyle yang akan terjadi di Indonesia ini akan berdampak sangat luar biasa, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga untuk dunia. Karena itu penting sekali kolaborasi, gotong royong dalam membangun roadmap bersama-sama antara stakeholder pemerintah, antara stakeholder masyarakat dan tentu para expert yang ada di energi terbarukan," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Utusan Putin: Tsunami...
Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Rekomendasi
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved