Pacu Digitalisasi UMKM, BRI Ventures Suntik Majoo Rp56,57 Miliar

Selasa, 26 Oktober 2021 - 11:41 WIB
loading...
Pacu Digitalisasi UMKM,...
(Kiri ke kanan) Founder & CEO Majoo Adi W Rahadi, P Engineering of Majoo Bayu Indriarko, dan Cofounder & COO of Majoo Audia R Harahap. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan permodalan yakni BRI Ventures , Xendit dan dipimpin AC Ventires menyuntikkan pendanaan Pra-Seri A senilai USD4 juta atau setara Rp56,57 miliar (Rp14.144 per dolar AS) kepada startup Majoo untuk memperkuat digitalisasi UMKM .

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan dengan semangat yang sama dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan memberikan akses permodalan, perseroan melihat banyak potensi sinergi yang dapat dilakukan antara Majoo dan ekosistem BRI Group serta anak perusahaannya. Misalnya, sinergi dalam pemberian akses kepada UMKM untuk tabungan digital, pinjaman digital dan layanan buy now pay later dari Bank Raya (sebelumnya BRI Agro).

Baca Juga : Bos BNI Blak-blakan Bicara Bank Digital, Akuisisi Bank Mayora?

“Ketika masalah akses permodalan UMKM dapat terselesaikan dengan bantuan Majoo, kami yakin mereka dapat lebih berfokus dalam mengembangkan bisnisnya dan mampu naik kelas dengan lebih cepat,” kata Nicko dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Seperti diketahui, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan lebih dari 60 juta usaha terdaftar, dan berkontribusi sebesar 67% bagi produk domestik bruto (PDB), serta mempekerjakan 90% tenaga kerja dewasa di Indonesia.

Di awal tahun ini, Presiden Joko Widodo memperkuat fokus pemerintah untuk mendukung digitalisasi UMKM, dengan menyatakan bahwa pemerintah mengincar perluasan transformasi digital untuk jutaan UMKM di Indonesia. Saat pandemi melanda pada 2020, UMKM diperkirakan kehilangan 70% dari total penjualannya akibat dampak pembatasan sosial. Hal ini mendorong pemilik bisnis untuk menemukan solusi yang dapat membantu mereka bertahan dan terus berkembang.

Co-Founder & CEO Majoo, Adi W Rahadi menjelaskan dimulai sebagai solusi Point of Sales (PoS) untuk UMKM, startup Majoo memperluas bisnis menjadi End to end SaaS untuk UMKM Indonesia. Pihaknya juga membuka peluang bagi UMKM untuk dapat menjual produk melalui beberapa saluran offline dan online dalam satu fitur aplikasi.

Menurutnya dengan kemitraan yang kuat, terintegrasi ke beberapa marketplace, dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai asosiasi UMKM, Majoo mampu mengembangkan platform yang secara unik melayani bisnis UMKM Indonesia.

“Aplikasi Majoo telah tumbuh 85% yoy dan telah mengakuisisi lebih dari 20.000 pengguna aktif dengan tingkat retensi terbaik di industri. Hal ini menunjukkan kualitas dan kesesuaian pasar dengan aplikasi ini,” kata Adi.

Saat ini, Majoo telah memproses lebih dari 80 juta transaksi senilai USD600 juta untuk UMKM di lebih dari 600 kota di Indonesia dari berbagai jenis bisnis, mulai dari F&B hingga laundry. Fitur e-commerce yang baru saja diluncurkan Majoo menjadi bukti jika startup ini terus melakukan percepatan pengembangannya dengan pendanaan tambahan.

Baca Juga : MNC Bank: PT Bangun Bumi Bersatu Gagal Penuhi Kewajiban Kredit

Founder and Managing Partner of AC Ventures Adrian Li menyatakan e-commerce telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam lima tahun terakhir, dan diperkirakan akan terus meningkat mencapai USD57 miliar pada 2025. Fase pertumbuhan e-commerce berikutnya akan didorong dengan mengubah bisnis offline-ultra tradisional menjadi online.

“AC Ventures telah lama menyadari potensi luar biasa untuk digitalisasi ekonomi UMKM di Indonesia, dan pandemi telah mempercepat adopsi teknologi di sektor ini selama 3-5 tahun. Kami senang dan bangga bisa berinvestasi bersama Majoo untuk menciptakan dampak besar bagi sektor ini dan ekonomi,” kata Adrian Li.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran
MNC Finance Bakal Tindak...
MNC Finance Bakal Tindak Tegas Pelanggaran Internal dan Eksternal dalam Proses Pembiayaan
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
Kolaborasi Pembiayaan...
Kolaborasi Pembiayaan Umrah Inklusif Permudah Karyawan ke Tanah Suci
Rekomendasi
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved