Budidaya Ikan Gabus Jangan Anggap Remeh, Penghasilan 2 Kali Lipat Petani Sawit
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:47 WIB
loading...
A
A
A
Selain ekstraksi albumin, bagian ikan gabus yang lain juga tetap dimanfaatkan secara maksimal. Dagingnya diproduksi juga menjadi tepung ikan, dan selebihnya dijadikan pupuk cair. Pemanfaatan secara maksimal ini juga dapat mendorong produksi secara zero waste.
Budidaya gabus ini juga membuat masyarakat semakin peduli dengan kondisi gambut. Mereka berusaha menjaga agar lahan gambut tetap basah, sehingga kolam gabus—yang merupakan sumber mata pencaharian—terhindar dari kekeringan.
Praktik budidaya ikan gabus di Kabupaten Siak ini juga menjadi salah satu contoh kolaborasi yang melibatkan berbagai stakeholder. Pemerintah desa mengambil peran dalam pembuatan aturan dan persiapan kolam, pembelian pakan dan bibit, serta operasional.
Baca Juga: Manfaat Ekstrak Ikan Gabus, Temulawak, dan Daun Kelor pada Penyakit Pencernaan serta Rendah Albumin
Sementara Pemerintah Kabupaten Siak menyalurkan anggaran lewat program dana Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE). Aktivitas ekstraksi dan pengembangan seperti yang sudah dijelaskan menjadi tanggung jawab ASL yang merupakan perusahaan milik masyarakat. Ada juga dukungan dari Agrapana Bio Indoneisa mitra riset dan investor dari program ini.
Direktur Agrapana Bio, Dicky Asmoro yang turut hadir dalam sesi diskusi, menekankan upaya yang mereka lakukan ini dapat menjadi contoh baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat berlandaskan pelesaraian lingkungan.
“Kita ingin menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan, bagiamana kita bisa meningkatkan taraf hidup masyarkat daerah berbasiskan ekosistem. Dan ini kita awali dengan albumin dari ikan gabus (di Siak) jadi kita sambil menjaga lahan gambutnya, kita budidayakan,” tuturnya.
Budidaya gabus ini juga membuat masyarakat semakin peduli dengan kondisi gambut. Mereka berusaha menjaga agar lahan gambut tetap basah, sehingga kolam gabus—yang merupakan sumber mata pencaharian—terhindar dari kekeringan.
Praktik budidaya ikan gabus di Kabupaten Siak ini juga menjadi salah satu contoh kolaborasi yang melibatkan berbagai stakeholder. Pemerintah desa mengambil peran dalam pembuatan aturan dan persiapan kolam, pembelian pakan dan bibit, serta operasional.
Baca Juga: Manfaat Ekstrak Ikan Gabus, Temulawak, dan Daun Kelor pada Penyakit Pencernaan serta Rendah Albumin
Sementara Pemerintah Kabupaten Siak menyalurkan anggaran lewat program dana Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE). Aktivitas ekstraksi dan pengembangan seperti yang sudah dijelaskan menjadi tanggung jawab ASL yang merupakan perusahaan milik masyarakat. Ada juga dukungan dari Agrapana Bio Indoneisa mitra riset dan investor dari program ini.
Direktur Agrapana Bio, Dicky Asmoro yang turut hadir dalam sesi diskusi, menekankan upaya yang mereka lakukan ini dapat menjadi contoh baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat berlandaskan pelesaraian lingkungan.
“Kita ingin menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan, bagiamana kita bisa meningkatkan taraf hidup masyarkat daerah berbasiskan ekosistem. Dan ini kita awali dengan albumin dari ikan gabus (di Siak) jadi kita sambil menjaga lahan gambutnya, kita budidayakan,” tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :